kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.954.000   14.000   0,48%
  • USD/IDR 16.819   -9,00   -0,05%
  • IDX 8.133   100,88   1,26%
  • KOMPAS100 1.146   14,31   1,26%
  • LQ45 828   7,29   0,89%
  • ISSI 288   4,65   1,64%
  • IDX30 431   4,00   0,94%
  • IDXHIDIV20 517   4,31   0,84%
  • IDX80 128   1,49   1,17%
  • IDXV30 141   1,36   0,97%
  • IDXQ30 140   1,18   0,85%

Konversi hasil ekspor butuh jaminan ketersediaan dolar AS


Jumat, 27 November 2020 / 14:45 WIB
Konversi hasil ekspor butuh jaminan ketersediaan dolar AS
ILUSTRASI. Karyawan melayani pembelian uang dolar Amerika Serikat (AS) di sebuah tempat penukaran uang di Jakarta, Jumat (20/11/2020).


Reporter: Bidara Pink | Editor: Noverius Laoli

Jika hasil ekspor mereka dikonversi ke rupiah tapi di sisi lain butuh jaminan untuk impor, maka ini perlu pendalaman instrumen hedging, tambahnya.

Ketua Umum Gabungan Perusahaan Ekspor Indonesia (GPEI) Benny Soetrisno minta kewajiban konversi DHE ke rupiah diimbangi kesediaan dollar. Jika eksportir mau impor bahan baku, harus ada jaminan mendapat dollar sesuai sebelum dikonversi, kata Benny kepada KONTAN, Kamis (26/11).

Baca Juga: Neraca pembayaran Indonesia kuartal III-2020 surplus US$ 2,1 miliar, ini pendorongnya

Permintaan jaminan mendapat nilai kurs yang sama sebelum konversi antara lain untuk kebutuhan membayar shipping line yang masih menggunakan dollar AS.

Selama ini, para eksportir biasanya hanya konversi DHE ke rupiah dengan nilai minimal yang diwajibkan pemerintah. (Konversinya) minimal. Yang dibutuhkan untuk pembayaran atau pembiayaan dalam rupiah saja, ujarnya.

Selanjutnya: APBI: Ekspor batubara masih dominan lantaran serapan di dalam negeri belum signifikan

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×