kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.709.000   20.000   0,74%
  • USD/IDR 17.818   -194,00   -1,08%
  • IDX 6.008   121,62   2,07%
  • KOMPAS100 794   18,85   2,43%
  • LQ45 597   10,61   1,81%
  • ISSI 206   5,10   2,54%
  • IDX30 339   4,60   1,38%
  • IDXHIDIV20 418   3,54   0,86%
  • IDX80 90   1,96   2,24%
  • IDXV30 113   2,76   2,50%
  • IDXQ30 109   1,12   1,03%

Konsep Segitiga Epidemi COVID-19, kenali 3 faktor penularan virus corona


Senin, 01 November 2021 / 18:00 WIB
ILUSTRASI. Juru bicara Satuan Tugas Penanganan COVID-19 Wiku Adisasmito. Konsep Segitiga Epidemi COVID-19, kenali 3 faktor penularan virus corona.


Reporter: SS. Kurniawan | Editor: S.S. Kurniawan

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Masyarakat perlu mengenali konsep Segitiga Epidemi COVID-19. Konsep ini menggambarkan bentuk interaksi faktor-faktor penularan virus corona baru.

"Jika kita lihat lebih mendalam, perjalanan riwayat alamiah penyakit menular dipengaruhi berbagai macam kondisi lainnya," kata juru bicara Satgas Penanganan COVID-19 Wiku Adisasmito dikutip dari laman Covid19.go.id.

Menurut Wiku, ada tiga faktor penentu penularan: agen, pejamu, dan lingkungan yang memengaruhi. 

Faktor pertama, agent atau agen yakni mikroba penyebab COVID-19: virus SARS-CoV-2. Karakteristiknya dipengaruhi laju penularan maupun kemampuannya menimbulkan penyakit dipengaruhi oleh masing-masing strain. 

Sebagai contoh, karakteristik varian Delta yang menyebabkan lonjakan kasus di Indonesia pada Juli lalu akibat kemampuan penularannya yang tinggi.

Baca Juga: Aturan terbaru Kemhub: Perjalanan darat dengan jarak 250 km wajib PCR atau antigen

Faktor kedua, host atau inang yaitu organisme yang terserang virus corona. Sejauh ini, COVID-19 ditemukan pada hewan dan manusia. Khusus manusia, penularannya terjadi dari manusia ke manusia melalui droplet. 

Wiku menyebutkan, kecenderungan penderita terinfeksi dan berkembangnya keparahan gejala bisa dipengaruhi dari imunitas spesifik tubuh, umur, dan riwayat penyakit.

Faktor ketiga, environment atau lingkungan yakni faktor eksternal yang bisa meningkatkan penularan, seperti laju kasus yang ada, kepadatan penduduk, kebijakan pemerintah, mobilitas, dan aktivitas masyarakat. 

"Dapat kita simpulkan bahwa penularan COVID-19 pada populasi tergantung pada banyaknya interaksi antara agen, inang, dan kondisi lingkungan," ujar Wiku.

Pemerintah telah melakukan antisipasi terhadap setiap faktor penularan COVID-19 dengan menyusun berbagai kebijakan yang bertujuan mengurangi peluang penularan virus corona sebesar-besarnya. 

"Seperti program percepatan vaksinasi, penerapan PPKM yang melingkupi penegakan protokol kesehatan, dan upaya 3T (testing, tracing, treatment)," imbuh Wiku. 

#satgascovid19 #ingatpesanibu #pakaimasker #jagajarak #jagajarakhindarikerumunan #cucitangan #cucitanganpakaisabun

Selanjutnya: UPDATE Corona Indonesia, 1 November: Tambah 403 kasus baru, prokes jangan kendor

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Langganan Business Insight Supply Chain End-to-End: From Forecast to Customer Value

[X]
×