kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45672,14   1,07   0.16%
  • EMAS916.000 -1,08%
  • RD.SAHAM 0.54%
  • RD.CAMPURAN 0.26%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.10%

Konflik internal di tubuh Hanura kembali memanas


Kamis, 26 Desember 2019 / 22:46 WIB
Konflik internal di tubuh Hanura kembali memanas
ILUSTRASI. Ketua Dewan Pembina Wiranto (tengah) bersama dengan kedua Ketua Umum Partai Hanura Oesman Sapta Odang (kedua kiri) dan Daryatmo (kanan) beserta sejumlah pengurus kedua kubu berjabatan tangan setelah pertemuan tertutup di di Hotel Ritz Carlton, Mega Kuning

Reporter: Yudho Winarto | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Konflik di internal Partai Hanura (Hati Nurani Rakyat) kembali memanas. Pernyataan kader Hanura di bawah Kepemimpinan Oesman Sapta Odang (OSO), Inaz Nasrullah Zubir saat live di TV swasta beberapa waktu lalu, menyulut emosi kader Hanura kubu Ambhara/ Bambu Apus.

Salah satunya, Wakil Ketua Umum Partai Hanura kubu Ambhara Patrika S Andi Paturusi. Anggie, sapaan akrab Patrika mengaku tak terima jika Mantan Ketua Umum Partai Hanura Wiranto disalahkan terkait dengan kondisi partai Hanura saat ini.

"Mereka yang mengklaim sebagai pendiri Hanura dan menggelar jumpa pers, kemudian menyudutkan Pak Wiranto, harusnya merekalah yang diam, tak berkeringat berjuang untuk Hanura tapi malah banyak bicara," kata Anggie dalam pernyataan persnya, Kamis (26/12). 

Anggie juga meluruskan statement Inaz soal OSO jadi Ketua Umum Partai Hanura karena dipaksa oleh Wiranto. Termasuk soal isi fakta integritas yang dikatakan dibuat atas keinginan Wiranto cs.

"Tidak betul itu. Ini pernyataan yang menyesatkan," tegas Anggie.

Baca Juga: Wiranto mundur dari jabatan Dewan Pembina Partai Hanura setelah didesak banyak pihak

Diungkapkan, fakta integritas yang ditandatangani OSO dibuat atas kesadaran diri, tidak ada unsur paksaan untuk menandatanginya. Menurutnya, OSO ini bukan karakter yang mudah untuk dipaksa.

"Contohnya saja dipaksa mundur jadi ketua umum partai oleh KPU sebagai syarat pencalonan dia di DPD RI atas keputusan lembaga MK saja tidak mau, bahkan KPU dan MK didemo. Jadi, mana mungkin dia mau dipaksa untuk tanda tangan fakta integritas," papar Anggie.

Harusnya kata Anggie, Hanura kubu OSO instropeksi, Hanura bisa seperti saat ini justru karena kepemimpinan ketua umum. 

"Kenapa malah menyalahkan Pak Wiranto. Harusnya mereka sadar, tanggung jawab partai Hanura itu ada di tangan OSO selaku Ketua Umum, bukan di tangan Wiranto sebagai Ketua Dewan Pembina," kesal Anggie.

DONASI, Dapat Voucer Gratis!
Dukungan Anda akan menambah semangat kami untuk menyajikan artikel-artikel yang berkualitas dan bermanfaat.

Sebagai ungkapan terimakasih atas perhatian Anda, tersedia voucer gratis senilai donasi yang bisa digunakan berbelanja di KONTAN Store.


TERBARU

[X]
×