kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.670.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.753   44,00   0,25%
  • IDX 6.525   7,36   0,11%
  • KOMPAS100 852   3,39   0,40%
  • LQ45 644   2,00   0,31%
  • ISSI 229   -0,13   -0,06%
  • IDX30 360   1,47   0,41%
  • IDXHIDIV20 443   4,53   1,03%
  • IDX80 97   0,33   0,34%
  • IDXV30 124   2,23   1,83%
  • IDXQ30 115   0,70   0,62%

Kinerja manufaktur jeblok, IHS Markit ungkap penyebabnya


Senin, 02 Agustus 2021 / 16:00 WIB
ILUSTRASI. Sejumlah pekerja meyelesaikan pembuatan pakaian di pabrik garmen


Reporter: Bidara Pink | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kinerja sektor manufaktur turun pada Juli 2021. IHS Marki mencatat, Purchasing Managers’ Index (PMI) Manufaktur Indonesia pada bulan laporan sebesar 40,1 atau turun drastis dari 53,5 pada bulan Juni 2021.

“Gelombang kedua Covid-19 dengan keras dan cepat menghantam sektor manufaktur Indoensia pada Juli 2021,” jelas Direktur Asosiasi Ekonomi di IHS Markit Jingyi Pan dalam laporannya, Senin (2/8).

Jingyi menjelaskan, adanya Covid-19 ini memang menyebabkan indeks output dan permintaan baru turun jauh ke wilayah kontraksi, atau indeks kurang dari 50.

Baca Juga: Indeks manufaktur Indonesia jatuh ke level 40,1 pada Juli gara-gara PPKM

Selain itu, ketidakpastian yang terus meningkat juga menyebabkan perusahaan di sektor manufaktur melakukan PHK pada laju tercepat sejak bulan Juni 2020, meski memang ini hanya sementara alias karena dampak dari pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) Level 4.

Meski begitu, JIngyi menilai, secara keseluruhan perusahaan manufaktur masih mampu bertahan positif terkait input dan ketahanan di masa depan, meski Covid-19 ini makin parah.

“Hal ini membawa harapan, bahwa pemulihan akan terjadi dan kemungkinan adanya perbaikan dari permintaan yang tertunda,” tandas Jingyi.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×