CLOSE [X]
kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.601.000   -9.000   -0,34%
  • USD/IDR 17.880   -62,00   -0,35%
  • IDX 6.340   108,24   1,74%
  • KOMPAS100 839   16,49   2,00%
  • LQ45 637   8,89   1,42%
  • ISSI 218   3,63   1,69%
  • IDX30 358   3,90   1,10%
  • IDXHIDIV20 444   3,51   0,80%
  • IDX80 96   1,59   1,69%
  • IDXV30 119   0,82   0,69%
  • IDXQ30 115   1,03   0,91%

Kinerja manufaktur jeblok, IHS Markit ungkap penyebabnya


Senin, 02 Agustus 2021 / 16:00 WIB
ILUSTRASI. Sejumlah pekerja meyelesaikan pembuatan pakaian di pabrik garmen


Reporter: Bidara Pink | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kinerja sektor manufaktur turun pada Juli 2021. IHS Marki mencatat, Purchasing Managers’ Index (PMI) Manufaktur Indonesia pada bulan laporan sebesar 40,1 atau turun drastis dari 53,5 pada bulan Juni 2021.

“Gelombang kedua Covid-19 dengan keras dan cepat menghantam sektor manufaktur Indoensia pada Juli 2021,” jelas Direktur Asosiasi Ekonomi di IHS Markit Jingyi Pan dalam laporannya, Senin (2/8).

Jingyi menjelaskan, adanya Covid-19 ini memang menyebabkan indeks output dan permintaan baru turun jauh ke wilayah kontraksi, atau indeks kurang dari 50.

Baca Juga: Indeks manufaktur Indonesia jatuh ke level 40,1 pada Juli gara-gara PPKM

Selain itu, ketidakpastian yang terus meningkat juga menyebabkan perusahaan di sektor manufaktur melakukan PHK pada laju tercepat sejak bulan Juni 2020, meski memang ini hanya sementara alias karena dampak dari pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) Level 4.

Meski begitu, JIngyi menilai, secara keseluruhan perusahaan manufaktur masih mampu bertahan positif terkait input dan ketahanan di masa depan, meski Covid-19 ini makin parah.

“Hal ini membawa harapan, bahwa pemulihan akan terjadi dan kemungkinan adanya perbaikan dari permintaan yang tertunda,” tandas Jingyi.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Strategi Implementasi PP 20 tahun 2026 (PPh Final UMKM) dan Mitigasi Risiko SP2DK

[X]
×