kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.788.000   -12.000   -0,43%
  • USD/IDR 17.739   71,00   0,40%
  • IDX 6.162   67,10   1,10%
  • KOMPAS100 813   8,13   1,01%
  • LQ45 620   4,04   0,66%
  • ISSI 218   3,97   1,85%
  • IDX30 355   2,58   0,73%
  • IDXHIDIV20 437   -1,89   -0,43%
  • IDX80 94   1,08   1,17%
  • IDXV30 121   0,41   0,34%
  • IDXQ30 115   -0,63   -0,54%

Kinerja Ekspor Menurun, Surplus Neraca Perdagangan Desember 2023 Diproyeksi Mengecil


Jumat, 12 Januari 2024 / 16:17 WIB
Kinerja Ekspor Menurun, Surplus Neraca Perdagangan Desember 2023 Diproyeksi Mengecil
ILUSTRASI. Bank Danamon proyeksi neraca perdagangan Indonesia pada akhir tahun 2023 sebesar US$ 2,2 miliar


Reporter: Bidara Pink | Editor: Anna Suci Perwitasari

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Ada kemungkinan penurunan surplus neraca perdagangan barang pada Desember 2023, bila dibandingkan dengan bulan sebelumnya. 

Ekonom Bank Danamon Irman Faiz memperkirakan, neraca perdagangan Indonesia pada akhir tahun 2023 sebesar US$ 2,2 miliar, atau turun dari US$ 2,41 miliar pada November 2023. 

Surplus neraca perdagangan yang menurun tersebut, didorong oleh penurunan ekspor di tengah peningkatan kinerja impor. 

“Ekspor turun 7,08% yoy, sedangkan impor naik 4,9% yoy,” terang Faiz kepada Kontan.co.id, Jumat (12/1). 

Penurunan ekspor seiring dengan harga komoditas yang menurun pada Desember 2023, yaitu komoditas minyak sawit mentah atau crude palm oil (CPO) dan alumunium. 


Sedangkan kenaikan impor sejalan dengan peningkatan permintaan di tengah momen natal dan tahun baru. Ini juga tercermin dari peningkatan PMI Manufaktur. 

Sedangkan Ekonom Makroekonomi dan Pasar Keuangan LPEM FEB UI Teuku Riefky memperkirakan, surplus neraca perdagangan Desember 2023 sebesar US$ 1,8 miliar hingga US$ 2,00 miliar. 

Dari catatan Riefky, kinerja ekspor diyakini menurun, seiring dengan performa mitra dagang Indonesia yang menurun. Sehingga, mengurangi permintaan akan ekspor Indonesia. 

Sedangkan peningkatan impor sejalan dengan aktivitas ekonomi dalam negeri yang meningkat. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×