kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.630.000   -15.000   -0,57%
  • USD/IDR 17.914   50,00   0,28%
  • IDX 5.667   -154,01   -2,65%
  • KOMPAS100 732   -20,42   -2,71%
  • LQ45 558   -14,73   -2,57%
  • ISSI 197   -4,63   -2,30%
  • IDX30 318   -7,67   -2,36%
  • IDXHIDIV20 392   -9,12   -2,27%
  • IDX80 83   -2,28   -2,66%
  • IDXV30 107   -1,90   -1,75%
  • IDXQ30 102   -2,41   -2,29%

Ketersediaan air bersih belum optimal


Jumat, 01 Februari 2013 / 06:07 WIB
ILUSTRASI. Jamie Dimon, CEO JPMorgan Chase, mengambil bagian dalam diskusi panel tentang investasi di Kennedy School of Government Harvard University di Cambridge, Massachusetts, AS, 11 April 2018. REUTERS/Brian Snyder.


Reporter: Herlina KD | Editor: Dadan M. Ramdan

JAKARTA. Ketersediaan air bersih di dalam negeri masih jauh dari target millenium development goals (MDGs). Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/ Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional, Armida Alisjahbana, menuturkan berdasarkan data terakhir, saat ini rata-rata cakupan (coverage) air bersih di Indonesia hanya sekitar 55%.

Padahal, pada tahun 2015 nanti, berdasarkan target MDGs, cakupan fasilitas air bersih, air minum, termasuk pengolahan limbah dan sanitasi harus mencapai 68%. Artinya, masih ada 13% lagi yang harus dikejar dalam dua tahun terakhir. Makanya, pemerintah melalui Dewan Sumber Daya Air Nasional memberikan beberapa rekomendasi untuk bisa mengejar pencapaian cakupan air bersih di Indonesia.

Deputi Sarana dan Prasarana Bappenas Dedy S Priatna menuturkan tren tahun 2011 hingga 2013 pertumbuhan cakupan air bersih rata-rata hanya 3% saja. Sehingga, memang perlu ada percepatan. Menurutnya, beberapa rekomendasi yang diberikan oleh Dewan Sumber Daya Air di antara mengefektifkan Perpres No 29 tahun 2009 tentang pemberian jaminan dan subsidi bunga oleh pemerintah pusat dalam rangka percepatan penyediaan air minum. Selain itu, "Pemda bisa mengalokasikan dana yang lebih banyak untuk masyarakat yang berpenghasilan rendah," ujarnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
Inventory Management: From Chaos to Control Sales Coaching: Lead Better, Sell More!

[X]
×