CLOSE [X]
kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.604.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.627   61,00   0,35%
  • IDX 6.541   -47,96   -0,73%
  • KOMPAS100 858   -8,05   -0,93%
  • LQ45 650   -6,26   -0,95%
  • ISSI 227   -3,10   -1,35%
  • IDX30 361   -3,60   -0,99%
  • IDXHIDIV20 450   -2,93   -0,65%
  • IDX80 98   -0,98   -0,99%
  • IDXV30 125   -0,95   -0,75%
  • IDXQ30 116   -1,19   -1,02%

Keterlibatan jendral, polisi akan periksa Novel


Senin, 31 Juli 2017 / 18:16 WIB


Reporter: Agus Triyono | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

JAKARTA. Polisi menyatakan akan segera mencari bukti keterlibatan jendral polisi dalam kasus penganiayaan penyidik senior Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Novel Baswedan. Kapolri Tito Karnavian, mengatakan, pihaknya akan segera mengirimkan penyidik ke Singapura untuk memeriksa Novel atas dugaan keterlibatan tersebut.

Tim penyidik tersebut rencananya akan didampingi langsung oleh pimpinan KPK. "Supaya kami mendapatkan keterangan lebih fair dan obyektif," katanya di Kantor Presiden, Senin (31/7).

Polisi, lanjut Tito, telah mengajukan permohonan pendampingan kepada KPK. Saat ini, pihaknya tengah menunggu konfirmasi keberangkatan dari pimpinan KPK.

Mengingatkan saja, Novel dianiaya oleh orang tidak dikenal pada Selasa (11/4) lalu. Usai melaksanakan salat subuh di masjid di dekat kediamannya, tiba- tiba dia disiram dengan air keras. Akibat serangan tersebut, Novel mengalami gangguan penglihatan.

Walaupun kasus tersebut sudah berjalan selama hampir empat bulan, namun polisi belum juga berhasil mengungkap pelakunya. Dalam sebuah wawancara dengan Majalah Time, Novel mengatakan, lamanya waktu penyidikan atas penganiayaannya tersebut disebabkan oleh adanya orang kuat di belakang kasus yang dialaminya.

Dia bahkan menduga, orang kuat tersebut seorang jendral polisi.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×