kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 3.049.000   4.000   0,13%
  • USD/IDR 16.943   24,00   0,14%
  • IDX 7.711   133,47   1,76%
  • KOMPAS100 1.077   18,47   1,75%
  • LQ45 788   15,37   1,99%
  • ISSI 273   5,07   1,89%
  • IDX30 419   8,93   2,18%
  • IDXHIDIV20 515   13,10   2,61%
  • IDX80 121   2,06   1,73%
  • IDXV30 139   2,88   2,11%
  • IDXQ30 135   3,02   2,28%

Ketahuan merokok, Djarot dimarahi istri


Kamis, 25 Desember 2014 / 15:18 WIB
Ketahuan merokok, Djarot dimarahi istri
ILUSTRASI. Kapan Record of Ragnarok Season 2 Part 2 Tayang? Ini Penampakan Trailer Barunya


Sumber: Kompas.com | Editor: Hendra Gunawan

JAKARTA. Wakil Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat belum dapat meninggalkan kebiasaan lamanya, yaitu merokok. Sang istri, Happy Farida, langsung kaget ketika mengetahui sang suaminya diam-diam merokok saat menyusuri Sungai Ciliwung beberapa waktu lalu.

Ia langsung menegur sang suami yang sedang diwawancara oleh wartawan, di rumah dinasnya, di Jalan Besakih, Kuningan, Jakarta Selatan, Kamis (25/12).

"Bapak kemarin merokok ya? Hayo di Ciliwung," kata Happy sambil menepuk pundak suaminya.
Sang suami pun hanya tertawa dan menunjuk wartawan. "Siapa ini kemarin yang bikin beritanya?" kata Djarot tertawa.

Kemudian, Happy bercerita bahwa ia serta anak-anaknya hanya ingin menjaga kesehatan Djarot. Ketiga anaknya kerap melihat iklan rokok di televisi dan melihat bungkus rokok.

Di bungkus rokok itu ada gambar dampak buruk merokok, seperti kerusakan pada mulut, gigi, serta kanker. "Anak-anak suka cerita, 'Bu, aku takut kalau ayah jadi kayak begitu, merokoknya berhenti saja'," cerita Happy menirukan ucapan anak-anaknya.

Kendati demikian, Happy kini senang karena sang suami mulai mengurangi kebiasaannya merokok. Wanita kelahiran 1969 itu senang Djarot sudah mulai tidak merokok di dalam rumah, di kantor, maupun ketika jalan-jalan bersama keluarga ke mal.

"Makanya, saya senang banget ada peraturan larangan merokok yang kena denda itu, lho," kata Happy terkekeh. Sementara itu, Djarot yang duduk di samping Happy pun berkelakar. "Kalau kita itu enggak merokok, kasihan lho sama petani tembakau, nanti mereka makan apa. Ha-ha-ha... Tetapi, jangan diikuti, ini kebiasaan enggak baik," ucap Djarot. (Kurnia Sari Aziza)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
AI untuk Digital Marketing: Tools, Workflow, dan Strategi di 2026 Mastering Strategic Management for Sustainability

[X]
×