kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.675.000   10.000   0,38%
  • USD/IDR 16.910   28,00   0,17%
  • IDX 9.075   42,82   0,47%
  • KOMPAS100 1.256   8,05   0,64%
  • LQ45 889   7,35   0,83%
  • ISSI 330   0,23   0,07%
  • IDX30 452   3,62   0,81%
  • IDXHIDIV20 533   4,12   0,78%
  • IDX80 140   0,85   0,61%
  • IDXV30 147   0,15   0,10%
  • IDXQ30 145   1,19   0,83%

Kerja Sama Lintas Sektor Jadi Kunci Pemulihan Sektor Pariwisata dan Ekonomi Kreatif


Kamis, 10 Februari 2022 / 07:00 WIB
Kerja Sama Lintas Sektor Jadi Kunci Pemulihan Sektor Pariwisata dan Ekonomi Kreatif


Reporter: Dendi Siswanto | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pemerintah terus berupaya melakukan pemulihan ekonomi dari pandemi Covid-19, tak terkecuali di sektor ekonomi dan pariwisata.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengungkapkan, untuk pemulihan ekonomi di sektor pariwisata,  peningkatan kerjasama antar pemangku kepentingan di sektor yang terdampak paling berat akibat pandemi masih terus dilakukan agar sektor pariwisata dapat pulih kembali.

“Saya mengajak kita semua untuk memperkuat kerja sama lintas sektor guna mengakselerasi pemulihan ekonomi nasional, terutama pada sektor pariwisata dan ekonomi kreatif,” ujar Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, Rabu (9/2).

Ia menambahkan, dalam upaya pemulihan sektor pariwisata, Indonesia menghadapi berbagai tantangan di antaranya masih perlunya peningkatan konsistensi penerapan standar kesehatan, keamanan, dan keberlanjutan lingkungan oleh seluruh kalangan masyarakat, serta terbatasnya aktivitas dunia pariwisata.

Baca Juga: Menkeu: Pertumbuhan Ekonomi Harus Disertai Penurunan Tingkat Pengangguran

Untuk mendukung pemulihan tersebut, pada tahun 2022 pemerintah telah menyiapkan sejumlah kebijakan dan program di antaranya dengan pemberian insentif.

Pemerintah menyiapkan anggaran Rp 4,55 triliun untuk menunjang pemulihan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif. 

Dukungan prioritas yang menunjang sektor pariwisata seperti dukungan terhadap G-20, Mandalika International Circuit juga telah dialokasikan sebesar Rp 3,39 Triliun.

Pemerintah juga telah mengupayakan pengembangan travel bubble yang dilakukan secara unilateral dan bilateral, dimana pada bulan Januari 2022 pemerintah telah melakukan uji coba penerapan travel bubble di Batam, Bintan dan Singapura.

Tidak lupa penguatan protokol kesehatan di seluruh destinasi wisata juga harus diperhatikan. Pengelola kawasan wisata diwajibkan untuk membentuk Satgas Covid-19 kawasan serta wajib memenuhi standar Cleanliness, Health, Safety and Environmental Sustainability (CHSE).

“Dengan kolaborasi yang efektif, saya percaya bahwa kita bersama-sama dapat melaluinya dengan baik serta mampu membangun perekonomian kita kembali,” sambung Menko Airlangga.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Foreign Exchange & Hedging Strategies Investing From Zero

[X]
×