kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.839.000   -20.000   -0,70%
  • USD/IDR 17.500   -30,00   -0,17%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Kepala daerah demo, staf khusus SBY menggerutu


Selasa, 27 Maret 2012 / 17:32 WIB
ILUSTRASI. Seorang wanita memegang bendera Palestina di Pagar perbatasan Israel-Gaza, di selatan Jalur Gaza 15 Mei 2019.


Reporter: Yudho Winarto | Editor: Asnil Amri

JAKARTA. Sejumlah kepala daerah dikabarkan ikut dalam aksi demonstrasi untuk menolak kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM). Keikutsertaan kepala daerah ini dinilai akan mengacaukan sistem pemerintahan Indonesia.

"Praktik politik ini tidak hanya membingungkan publik, namun juga mengacaukan sistem pemerintahan republik. Sangat kacau. Tidak mendidik," kata Staf Khusus Presiden bidang Komunikasi Politik, Daniel Sparringa, Selasa (27/3).

Daniel secara tegas menyebutkan, kondisi ini bisa membahayakan sistem pemerintah. Dirinya pun meminta para kepala daerah ini lebih sadar akan posisinya. Hal ini ia anggap penting, supaya bisa membedakan fungsi negara, masyarakat, dan pasar. “Sebaiknya kepala daerah itu belajar kembali tentang posisi mereka dengan cermat," tegas Daniel.

Sebagai informasi, kepala daerah yang turut turun ke jalan menolak kenaikan harga BBM itu adalah, wakil walikota Solo, Fx Hadi Rudyatmo.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×