kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.863.000   45.000   1,60%
  • USD/IDR 17.144   14,00   0,08%
  • IDX 7.676   175,76   2,34%
  • KOMPAS100 1.063   25,24   2,43%
  • LQ45 764   17,96   2,41%
  • ISSI 277   5,37   1,98%
  • IDX30 406   7,07   1,77%
  • IDXHIDIV20 492   5,61   1,15%
  • IDX80 119   2,81   2,42%
  • IDXV30 137   1,27   0,94%
  • IDXQ30 130   1,67   1,30%

Kenaikan gas elpiji 12 kilogram sumbang inflasi 1%


Selasa, 04 Februari 2014 / 17:04 WIB
ILUSTRASI. Minyak teh hijau.


Reporter: Margareta Engge Kharismawati | Editor: Dikky Setiawan

JAKARTA. Badan Pusat Statistik (BPS) telah mengumumkan inflasi Januari 2014 mencapai 1,07%. Tekanan inflasi pada administered price yang terutama bersumber dari kenaikan harga gas elpiji 12 kilogram sebesar 1%.

Administered price adalah komoditas yang mekanisme pembentukan harganya dipengaruhi oleh kebijakan pemerintah, seperti bensin, solar, dan tarif angkutan.

Sekadar mengingatkan, pada awal Januari kemarin pemerintah menaikkan harga gas elpiji 12 kg. Kenaikannya sebesar 67% menjadi Rp 3.900 per kg pada minggu pertama. Kemudian turun lagi menjadi hanya 17% atau sebesar Rp 1.000 per kg.

"Kenaikan harga elpiji berikan pengaruh inflasi Januari," ujar Kepala Grup Asesmen Ekonomi Departemen Kebijakan Ekonomi dan Moneter Bank Indonesia Doddy zulverdi di Jakarta, Selasa (4/2).

Doddy menjelaskan, inflasi sebesar 1,07% ini merupakan inflasi yang sudah diprediksi otoritas moneter Indonesia. Selain administered prices yang mengalami lonjakan, volatile food dan inflasi inti pun mengalami lonjakan.

Volatile food andilnya mencapai 2,89%. Ini diakibatkan gangguan produksi dan distribusi pangan akibat bencana yang terjadi di sepanjang Januari. Sedangkan inflasi inti mencapai 0,56%.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×