kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.884.000   16.000   0,56%
  • USD/IDR 17.206   48,00   0,28%
  • IDX 7.634   12,62   0,17%
  • KOMPAS100 1.054   2,19   0,21%
  • LQ45 759   1,54   0,20%
  • ISSI 277   0,40   0,14%
  • IDX30 403   0,28   0,07%
  • IDXHIDIV20 490   1,86   0,38%
  • IDX80 118   0,34   0,29%
  • IDXV30 139   0,96   0,70%
  • IDXQ30 129   0,30   0,23%

Kemtan bentuk tim khusus vaksin hewan


Selasa, 05 April 2016 / 18:30 WIB


Reporter: Noverius Laoli | Editor: Dupla Kartini

JAKARTA. Kementerian Pertanian (Kemtan) memberikan perhatian serius pada penyakti hewan yang tengah marak belakangan ini. Menurut Direktur Kesehatan Hewan Kemtan I Ketut Diarmita, pihaknya akan menerjunkan tim khusus yang diberi nama A Team Vaksinasi Rabies Bali untuk menyelesaikan penyakit rabies di lima kabupaten zona merah yang ada di Bali, yakni Kabupaten Karangasem, Buleleng, Jembrana, dan Tabanan.

“A Team tersebut akan kami diterjunkan pada minggu ke dua bulan April 2016,” kata Ketut dalam siaran pers, Selasa (5/4).

Ketut menjelaskan, A Team Vaksinasi Rabie Bali tersebut akan terbentuk sebanyak 32 A Team dan secara keseluruhan beranggotakan 186 orang. A Team tersebut diharapkan dapat bekerja dan melaporkan dengan jujur, baik handing vaksin maupun aplikasinya agar tepat sasaran. Kemudian, dengan adanya A Team dapat menelusuri rabies di zona merah, agar cakupan vaksinasi benar-benar sesuai harapan.

Ketut menambahkan, A Team adalah tim khusus di luar tim vaksinator dari masing masing dinas peternakan Kabupaten yang ada di Provinsi Bali untuk siap diterjunkan ke daerah outbreak rabies.

Sementara, Guru Besar Fakultas Kedokteran Institut Pertanian Bogor (IPB), Waya Teguh Wibawa mengatakan, salah satu cara pengendalian penyakit Avian Influenza (AI) yang dipilih oleh pemerintah adalah vaksinasi. Menurutnya, vaksinasi AI dapat diberikan kepada unggas, asalkan prinsip cakupan vaksinasi lebih dari 70% ulangan vaksinasi (booster) dapat dilakukan pada setiap individu yang divaksin.

Untuk mengurangi cemaran virus AI di lingkungan peternakan dan untuk menghasilkan bibit ayam (DOC) yang bebas virus AI, lanjut Waya, pemerintah telah mencanangkan dan memulai program kompartementalisasi bebas AI.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×