kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.740.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.708   -71,00   -0,40%
  • IDX 6.526   24,10   0,37%
  • KOMPAS100 849   6,96   0,83%
  • LQ45 645   5,86   0,92%
  • ISSI 228   -0,31   -0,14%
  • IDX30 360   3,72   1,04%
  • IDXHIDIV20 437   4,19   0,97%
  • IDX80 97   0,82   0,85%
  • IDXV30 121   0,51   0,43%
  • IDXQ30 114   1,21   1,07%

Kemnakertrans: kenaikan UMP 50% tak wajar


Senin, 26 Agustus 2013 / 20:52 WIB
ILUSTRASI. Diskon Kilat 4.4 Ramadan Hemat dari McD (Dok/McD)


Reporter: Erika Anindita | Editor: Amal Ihsan

JAKARTA. Tahun ini, Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) menuntut kenaikan upah minimum provinsi (UMP) sebesar 50% dari tahun ini. Cuma,  Kementerian Transmigrasi dan Tenaga Kerja (Kemnakertrans) menilai, besaran kenaikan upah tersebut tidak wajar.

Seperti yang diberitakan KONTAN beberapa waktu lalu, Presiden KSPI Said Iqbal menolak jika kenaikan UMP 2014 hanya sekitar 20%. Menurutnya, tuntutan kenaikan 50% itu untuk mengembalikan daya beli buruh yang turun 30% terhadap kenaikan upah tahun lalu.

Dirjen Pembinaan Hubungan Industrial (PHI) Kemnakertrans Ruslan Irianto Simbolon bilang, besaran tersebut tidak wajar. Ruslan menjelaskan, jika besaran
kenaikan 50% diterapkan di tingkat perusahaan masih bisa dipertimbangkan. "Kalau menyeluruh untuk industri padat modal, padat karya, tidak bisa diberlakukan karena tidak distandarisasi," terangnya.

Itu sebabnya, Ruslan bilang, Kemnakertrans mendorong pembicaraan tingkat bipartit dilakukan oleh pihak-pihak yang berkepentingan, dalam hal ini berarti serikat buruh dan perusahaan.

"(Penetapan) di perusahaan masing-masing, bukan gubernur. Itu yang diinginkan pemerintah," imbuhnya. Meski begitu, sejatinya, besaran UMP
2014 merupakan kewenangan gubernur/bupati/wali kota yang diketok oleh dewan pengupahan daerah masing-masing.

Adapun mengenai besaran persentase kenaikan upah yang ideal untuk 2014, Ruslan memberi angka di kisaran 9%-10%. "Kurang lebih 10%. Antara 9%-10% tapi nggak sampai dua digit," pungkasnya

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×