kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.625.000   -5.000   -0,19%
  • USD/IDR 17.963   50,00   0,28%
  • IDX 5.695   51,92   0,92%
  • KOMPAS100 735   7,36   1,01%
  • LQ45 557   3,64   0,66%
  • ISSI 198   1,89   0,96%
  • IDX30 316   1,31   0,42%
  • IDXHIDIV20 389   -0,57   -0,15%
  • IDX80 83   0,64   0,78%
  • IDXV30 106   -0,46   -0,43%
  • IDXQ30 102   0,12   0,12%

Kemkeu gali dampak perubahan teknologi ke ekonomi


Kamis, 07 Desember 2017 / 11:48 WIB


Reporter: Ghina Ghaliya Quddus | Editor: Wahyu T.Rahmawati

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pemerintah tengah menggali gambaran untuk kebijakan terkait efek dari teknologi terhadap perekonomian. Hal ini agar adanya teknologi tidak malah menambah ketimpangan di Indonesia tetapi meningkatkan pertumbuhan ekonomi.

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan, Indonesia perlu memanfaatkan kemajuan teknologi ini dengan peningkatan kualitas sumber daya manusia. “Jeff Bezos, founder Amazon, dideklarasikan sebagai orang terkaya. Artinya, teknologi bisa menciptakan kesejahteraan, tetapi tidak boleh timpang,” katanya saat membuka 7th Annual International Forum on Economic Development and Public Policy (AIFED) di Jakarta, Kamis (7/12).

Ia melanjutkan, dalam AIFED, Indonesia berharap bisa mendapatkan pemikiran terkait gelombang perubahan teknologi. “Bagaimana kami sebagai policy maker dapat menjaga manfaatnya dan di saat yang sama bisa meng-address potensi risikonya. Kami harap dalam meeting ini kami akan dapat pemikiran ” ujarnya.

Ia memaparkan, risiko tersebut adalah kesenjangan dalam berbagai bentuk. Di antaranya kesenjangan antar sektor usaha dan kesenjangan antar kelompok ekonomi. “Ini disebabkan oleh technological waves dan bahkan digital divide,” ucapnya.

AIFED merupakan kegiatan tahunan yang mengadirkan beberapa pembicara, di antaranya Professor Kaushik Basu dari Cornell University dan Professor Ricardo Hausmann dari Harvard Kennedy School of Government.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×