kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 1.754.000   -4.000   -0,23%
  • USD/IDR 16.870   -305,00   -1,84%
  • IDX 5.996   -514,48   -7,90%
  • KOMPAS100 847   -82,06   -8,83%
  • LQ45 668   -66,74   -9,09%
  • ISSI 186   -15,12   -7,51%
  • IDX30 353   -34,16   -8,83%
  • IDXHIDIV20 427   -41,35   -8,83%
  • IDX80 96   -9,67   -9,17%
  • IDXV30 102   -9,19   -8,28%
  • IDXQ30 116   -10,74   -8,46%

Kemkes jaga harga obat generik stabil


Jumat, 09 Maret 2012 / 19:00 WIB
Kemkes jaga harga obat generik stabil
ILUSTRASI. PT Golden Energy Mines Tbk (GEMS), anak perusahaan Sinar Mas Group atau Sinarmas di bidang pertambangan batubara.


Reporter: Hafid Fuad | Editor: Dadan M. Ramdan

JAKARTA. Pemerintah siap mengantisipasi kenaikan harga obat di masyarakat sebagai dampak naiknya harga bahan bakar minyak (BBM) dan tarif dasar listrik (TDL).

Dirjen Bina Farmasi dan Alat Kesehatan Kementerian Kesehatan Maura Linda Sitanggang mengatakan, pemerintah masih belum mengetahui bagaimana dampak kenaikan BBM terhadap harga obat.

Namun ia menjanjikan Kemkes akan mengontrol harga obat generik, khususnya untuk obat esensial. "Kami akan menjaga agar harga tetap stabil sesuai Permenkes tentang obat generik," ujar Maura di Kemkes, Jakarta, Jumat (9/3/2012).

Menurut dia, dengan kontrol harga obat generik ini maka diharapkan akan menjadi acuan harga obat secara umum di pasaran. Saat ini volume obat generik cukup siginifikan dengan menguasai 40% peredaran obat di masyarakat. "Obat generik akan menjadi price leader di masyarakat," terang Maura.

Untuk obat bermerek, Kemkes mengakui hanya bisa sebatas mengimbau agar kenaikan harga tidak melebihi tiga kali lipat. Kemkes akan melakukan pengawasan terhadap harga obat bermerek, dan akan memanggil perusahaan yang melanggar.

Maura juga menjelaskan hal ini dikarenakan setiap perusahaan biasanya mempunyai stok selama setahun. "Jangan sampai mereka menaikkan harga dengan cepat," ujar pintanya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News



TERBARU

[X]
×