Reporter: Siti Masitoh | Editor: Anna Suci Perwitasari
KONTAN.CO.ID – MADINAH. Jemaah haji Indonesia mulai dipindahkan dari Madinah ke Makkah. Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) mengimbau jemaah haji Indonesia yang akan melaksanakan salat Jumat di Masjidil Haram agar berangkat lebih awal guna menghindari kepadatan serta memastikan ibadah berjalan aman dan nyaman.
Juru Bicara Kementerian Haji dan Umroh Maria Assegaff membeberkan, imbauan tersebut disampaikan seiring meningkatnya jumlah jemaah yang memadati kawasan Masjidil Haram, terutama menjelang waktu salat Jumat.
Ia juga meminta jemaah memanfaatkan layanan bus shalawat yang beroperasi 24 jam dengan berangkat setidaknya dua jam sebelum pelaksanaan salat.
Langkah ini dinilai penting agar jemaah memiliki waktu cukup untuk tiba di lokasi, mendapatkan tempat ibadah yang layak, serta menghindari antrean panjang di area sekitar masjid.
Baca Juga: Tekan Beban Ekonomi, Industri Kesehatan Mendorong Strategi Pencegahan Penyakit
“Kami juga menghimbau jemaah yang akan melaksanakan sholat Jumat di Masjidil Haram agar berangkat 2 jam lebih awal menggunakan bus sholawat untuk bisa menghindari kepadatan dan memastikan Juma'ah mendapatkan tempat ibadah yang aman dan nyaman,” tutur Maria dalam konferensi pers, Jumat (1/5/2026).
Selain faktor kepadatan, jemaah juga diminta mewaspadai suhu udara di Makkah dan Madinah yang saat ini cukup tinggi pada siang hari, yakni berkisar antara 35 hingga 39 derajat Celcius.
Kondisi cuaca panas tersebut berpotensi memicu dehidrasi, kelelahan, hingga gangguan kesehatan apabila jemaah tidak mempersiapkan diri dengan baik saat beraktivitas di luar ruangan.
Karena itu, jemaah diimbau menggunakan alat pelindung diri sederhana seperti payung, topi, masker, serta alas kaki yang nyaman. Ia juga mengingatkan pentingnya membawa air minum saat bepergian untuk menjaga kecukupan cairan tubuh.
“Jadi para jemaah mari kita sama-sama prioritaskan kesehatan, kelancaran ibadah, dan keselamatan selama menjalankan rangkaian ibadah haji,” ungkapnya.
Selain itu, pemerintah membagikan sejumlah tips sederhana untuk menjaga kondisi tubuh di tengah cuaca panas.
Pertama, jemaah diminta tidak memaksakan diri melakukan aktivitas di luar ruangan pada siang hari, terutama jika tidak mendesak. Kedua, memperbanyak konsumsi air putih secara berkala meski tidak merasa haus.
Baca Juga: Pemerintah Tegaskan Tak Ada Kompromi untuk KBIHU yang Langgar Ketentuan Haji
Ketiga, selalu menggunakan pelindung kepala atau payung saat harus beraktivitas di bawah terik matahari.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













