kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.857.000   -65.000   -2,22%
  • USD/IDR 17.020   -18,00   -0,11%
  • IDX 7.027   -157,66   -2,19%
  • KOMPAS100 971   -21,90   -2,21%
  • LQ45 715   -12,21   -1,68%
  • ISSI 251   -5,90   -2,30%
  • IDX30 389   -4,63   -1,18%
  • IDXHIDIV20 483   -4,52   -0,93%
  • IDX80 109   -2,25   -2,01%
  • IDXV30 133   -1,42   -1,05%
  • IDXQ30 127   -1,23   -0,96%

Kementerian Perdagangan selidik pemberian izin impor udang


Jumat, 22 Juli 2011 / 15:22 WIB
ILUSTRASI. Warga berjalan menggunakan payung saat turun hujan di Jakarta, Jumat (10/1/2020).


Reporter: Evilin Falanta | Editor: Havid Vebri

JAKARTA. Kementerian Perdagangan tengah menyelidiki kasus pemberian izin impor udang yang di duga diberikan oleh kantor kementerian tersebut. Dirjen Perdagangan Luar Negeri, Deddy Saleh mengklaim, tidak pernah mengeluarkan izin impor udang.

"Kami sedang klarifikasi dengan Badan Pusat Statistik (BPS), bahkan dengan pihak bea cukai. Dan kalaupun ditemukan ada yang masuk, kami tidak pernah keluarkan izin impor. Hal itu bisa saja ilegal," kata Deddy, Jumat (22/7).

Kasus ini sendiri terungkap dari laporan BPS 2011, yang menyebutkan masuknya impor udang beku dengan kode pos tarif 0306.13.00.00. Udang impor ini mencakup jenis Vaname. Padahal, impor udang ini di larang oleh pemerintah.

Larangan itu diatur dalam Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 52 MDAG/PER/12/2010 dan Nomor PB.02/MEN/2010 tentang Larangan Impor Udang Spesies Tertentu ke Wilayah Republik Indonesia. Terbitnya larangan impor udang ini karena dikhawatirkan terjangkit penyakit yang membahayakan orang yang mengonsumsinya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×