kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 1.836.000   17.000   0,93%
  • USD/IDR 16.720   0,00   0,00%
  • IDX 6.511   38,26   0,59%
  • KOMPAS100 929   5,57   0,60%
  • LQ45 735   3,38   0,46%
  • ISSI 201   1,06   0,53%
  • IDX30 387   1,61   0,42%
  • IDXHIDIV20 468   2,62   0,56%
  • IDX80 105   0,58   0,56%
  • IDXV30 111   0,69   0,62%
  • IDXQ30 127   0,73   0,58%

Kementan: Pelaksanaan Vaksinasi PMK Hewan Ternak Capai 1,73 Juta Dosis


Kamis, 03 April 2025 / 13:52 WIB
Kementan: Pelaksanaan Vaksinasi PMK Hewan Ternak Capai 1,73 Juta Dosis
ILUSTRASI. Dokter hewan dari Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (Disnakeswan) Lamongan memeriksa kondisi kesehatan sapi di peternakan sapi Tikung, Lamongan, Jawa Timur, Rabu (8/1/2025). Disnakeswan Lamongan melakukan penyemprotan disinfektan dan pemeriksaan kesehatan sapi pada sejumlah kandang peternak guna mencegah penularan wabah PMK yang telah menyerang sedikitnya 422 sapi di wilayah Lamongan. ANTARA FOTO/Rizal Hanafi/tom.


Reporter: Lailatul Anisah | Editor: Ignatia Maria Sri Sayekti

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kementerian Pertanian (Kementan) memastikan pelaksanan vaksin Penyakit Kuku dan Mulut (PMK) tetap berjalan selama periode Lebaran 2025. 

Direktur Kesehatan Hewan Kementan, Imron Sandy mengatakan hingga 3 April 2025, pelaksanaan vaksinasi PKM telah mencapai 1,73 juta dosis. Adapun total kuota vaksin yang diberikan mencapai 4 juta dosis pada tahun ini. 

"Angka ini terus menunjukan peningkatan signifikan, sebagian provinsi mampu mencapai target vaksinasi 70% dan di beebrapa provinsi mencapai 100%," kata Sandy dalam keterangan resminya, Kamis (3/4). 

Sandy memastikan pengawasan PMK tetap dilakukan pada libur lebaran idul fitri 1446 Hijriah. 

Baca Juga: Puncak PMK Diprediksi Maret, Kementan Minta Pemda Tutup Pasar Hewan Jika Ada Kasus

Pihaknya mengklaim pengawasan lalu lintas ternak di jalur-jalur distribusi utama juga diperketan untuk memastikan tidak ada ternak yang terinfeksi berpindah antar wilayah tanpa pemeriksaan yang ketat. 

Kementan juga menyebut sebanyak 6.800 petugas kesehatan hewan (keswan) disiagakan selama 24 jam sehari untuk memastikan kesehatan dan keamanan ternak, khususnya sapi, yang banyak didistribusikan selama momentum Idul Fitri.  

Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan, Agung Suganda, menegaskan bahwa strategi pengendalian PMK terus diperkuat, termasuk melalui vaksinasi, pengawasan lalu lintas ternak, serta respons cepat terhadap kasus yang terdeteksi.  

"Kami telah menginstruksikan seluruh petugas keswan di daerah untuk siaga penuh selama Lebaran. Hal ini penting agar distribusi ternak tetap berjalan lancar dan ternak yang dikonsumsi masyarakat tetap sehat dan aman," ujar Agung (3/4). 

Baca Juga: Tekan Penyebaran PMK di Jatim, Kementan Imbau Peternak Lakukan Vaksinasi Ternak

Menurutnya, pusat kesehatan hewan (puskeswan) di berbagai daerah juga tetap beroperasi untuk menangani laporan dari peternak maupun masyarakat. Selain itu, pemerintah daerah dan instansi terkait telah dikoordinasikan agar langkah mitigasi dapat segera dilakukan jika ditemukan indikasi kasus PMK di lapangan.  

Lebih lanjut, Kementan juga mengajak masyarakat untuk tidak panik dalam menghadapi isu PMK. Konsumsi daging tetap aman selama diolah dengan benar. Pemanasan pada suhu 70°C selama 30 menit dapat menonaktifkan virus PMK yang mungkin ada pada daging.  

"Mari kita jaga kesehatan hewan ternak kita demi ketersediaan pangan yang aman dan berkualitas selama Lebaran. Petugas keswan siap bekerja 24 jam 7 hari untuk memastikan pengendalian PMK berjalan optimal," pungkas Agung.

Baca Juga: Tekan Penyebaran Penyakit Mulut dan Kuku, Kementan Siapkan 4 Juta Dosis Vaksin Gratis

Selanjutnya: Puncak Arus Balik 6 April! Simak One Way Nasional, Contraflow, hingga Tol Fungsional

Menarik Dibaca: Apa Saja yang Baru dari Apple iOS 18.4? Simak Pembaruan Berikut

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Survei KG Media

TERBARU
Kontan Academy
Supply Chain Management on Procurement Economies of Scale (SCMPES) Brush and Beyond

[X]
×