kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.584.000   35.000   1,37%
  • USD/IDR 16.803   22,00   0,13%
  • IDX 8.960   26,16   0,29%
  • KOMPAS100 1.232   5,97   0,49%
  • LQ45 868   3,13   0,36%
  • ISSI 324   1,90   0,59%
  • IDX30 444   1,28   0,29%
  • IDXHIDIV20 518   2,61   0,51%
  • IDX80 137   0,64   0,47%
  • IDXV30 144   0,98   0,68%
  • IDXQ30 142   0,81   0,57%

Kemenlu: WNI di Venezuela Aman, Situasi Caracas Membaik Pasca Ketegangan


Senin, 05 Januari 2026 / 18:07 WIB
Diperbarui Senin, 05 Januari 2026 / 18:09 WIB
Kemenlu: WNI di Venezuela Aman, Situasi Caracas Membaik Pasca Ketegangan
ILUSTRASI. Venezuela (REUTERS/Luisa Gonzalez)


Sumber: Kompas.com | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) memastikan situasi di Caracas, Venezuela, mulai kondusif pasca konflik antara negara tersebut dengan Amerika Serikat (AS).

Juru Bicara (Jubir) Kemlu Yvonne Mewengkang menyebut, tidak terlihat fenomena panic buying di negara itu.

"Secara umum KBRI Caracas melaporkan situasi keamanan dan aktivitas sosial di Caracas mulai kondusif dan menunjukkan peningkatan. Pasar swalayan telah beroperasi kembali, dan tidak terlihat adanya fenomena panic buying di tengah warga," kata Yvonne dalam keterangan resmi, Senin (5/1/2026).

Baca Juga: BPS: Panen Jagung November 2025 Naik, Proyeksi Kumulatif Capai 2,72 Juta Ha

Tak hanya itu, stasiun pengisian bahan bakar juga telah dibuka. Dengan begitu, mobilitas kendaraan di jalan-jalan utama mulai terlihat normal.

Berdasarkan pantauan langsung KBRI Caracas per tanggal 5 Januari 2026 pun, 37 WNI di Venezuela dalam keadaan aman dan dapat berkomunikasi dengan KBRI meski jaringan belum sepenuhnya stabil.

"Masih terdapat gangguan jaringan komunikasi provider nasional di wilayah Caracas dan pemadaman listrik di salah satu wilayah Caracas," jelas dia.

Lebih lanjut Yvonne memastikan, Indonesia terus mencermati dengan saksama perkembangan yang terjadi di Venezuela.

Indonesia telah menyiapkan rencana kontingensi apabila diperlukan.

Di sisi lain, Indonesia meminta semua pihak untuk menahan diri dan mengedepankan dialog serta menghormati hak dan kehendak Venezuela dalam menjalankan kedaulatan serta menentukan sendiri arah dan masa depan bangsa mereka.

"Kemenlu bersama KBRI Caracas telah memiliki kontingensi plan terkait situasi keamanan di Venezuela yang akan diberlakukan sekiranya dibutuhkan sesuai dengan perkembangan situasi terkini serta mengimbau WNI untuk terus siaga," tandas dia.

Sebelumnya diberitakan, serangan AS dan penangkapan Presiden Venezuela Nicolas Maduro merupakan puncak dari tekanan selama berbulan-bulan oleh pemerintahan Presiden Donald Trump terhadap Venezuela yang menuai kecaman dari beberapa pemimpin internasional.

Baca Juga: Prediksi BPS: Produksi Jagung 2025 Capai 16,11 Juta Ton, Naik Signifikan

Maduro dan istrinya ditangkap pada Sabtu (3/1/2026) dini hari. Penangkapan diawali dengan serangan oleh pasukan AS. AS menyebut Maduro sebagai pemimpin yang tidak sah.

Setelah itu, Maduro dan istrinya, Cilia Flores, dibawa ke AS.

Trump telah mendesak Maduro untuk menyerahkan kekuasaan dan menuduhnya mendukung kartel narkoba.

Trump menuduh Maduro dan kartel narkoba bertanggung jawab atas ribuan kematian warga AS yang terkait dengan penggunaan narkoba ilegal.

Sumber: https://nasional.kompas.com/read/2026/01/05/15470421/kemlu-pastikan-wni-di-venezuela-aman-tapi-tetap-siapkan-kontigensi-plan.  

Selanjutnya: Konflik AS dan Venezuela Bikin Emas Dunia dan Antam Makin Berkilau

Menarik Dibaca: Hujan Amat Deras di Provinsi Ini, Cek Peringatan Dini BMKG Cuaca Besok (6/1)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Mitigasi, Tips, dan Kertas Kerja SPT Tahunan PPh Coretax Orang Pribadi dan Badan Supply Chain Management on Practical Inventory Management (SCMPIM)

[X]
×