kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.740.000   15.000   0,55%
  • USD/IDR 17.708   -71,00   -0,40%
  • IDX 6.526   24,10   0,37%
  • KOMPAS100 849   6,96   0,83%
  • LQ45 645   5,86   0,92%
  • ISSI 228   -0,31   -0,14%
  • IDX30 360   3,72   1,04%
  • IDXHIDIV20 437   4,19   0,97%
  • IDX80 97   0,82   0,85%
  • IDXV30 121   0,51   0,43%
  • IDXQ30 114   1,21   1,07%

Kemenkeu Tegaskan Dana Rp 200 Triliun untuk Perbankan Tak Boleh Dipakai Beli SBN


Kamis, 11 September 2025 / 13:04 WIB
Kemenkeu Tegaskan Dana Rp 200 Triliun untuk Perbankan Tak Boleh Dipakai Beli SBN
ILUSTRASI. Kepala Badan Kebijakan Fiskal Kemenkeu, Febrio Nathan Kacaribu mengatakan Kemenkeu sedang menyiapkan aturan ketat untuk penempatan dana sebesar Rp 200 triliun di perbankan?


Reporter: Dendi Siswanto | Editor: Anna Suci Perwitasari

KONTAN.CO.ID-JAKARTA. Kementerian Keuangan (Kemenkeu) tengah menyiapkan aturan ketat untuk penempatan dana sebesar Rp 200 triliun di perbankan.

Direktur Jenderal Strategi Ekonomi dan Fiskal Kemenkeu Febrio Nathan Kacaribu menekankan, dana tersebut tidak boleh dialihkan perbankan untuk membeli Surat Berharga Negara (SBN), melainkan harus disalurkan dalam bentuk kredit produktif untuk menggerakkan perekonomian.

"Kalau kita melakukan penempatan dana, dalam hal ini kan kita ingin supaya itu digunakan untuk menciptakan kredit. Tentunya kita nggak mau perbankannya nanti digunakan untuk beli SBN. Itu tentunya counterproduktif. Kita siapkan peraturannya," ujar Febrio kepada awak media di Gedung DPR, Rabu (10/9/2025).

Febrio menjelaskan, skema penempatan dana ini akan meniru tata kelola Koperasi Merah Putih yang sudah berjalan. 

Baca Juga: Menkeu Purbaya Suntik Rp 200 Triliun ke Perbankan, Begini Skemanya

Pemerintah, lanjutnya, ingin mempercepat penambahan likuditas di perekonomian melalui penempatan dana pemerintah di bank, sehingga dapat memperluas penyaluran kredit di sektor riil.

"Intinya adalah kita punya SAL dan juga SILPA yang kita simpan di Bank Indonesia. Tadi diarahkan agar dialirkan ke perbankan agar bisa menciptakan kredit," katanya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Tag


TERBARU

[X]
×