kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.733.000   -10.000   -0,36%
  • USD/IDR 18.198   -2,00   -0,01%
  • IDX 5.585   243,04   4,55%
  • KOMPAS100 736   37,71   5,40%
  • LQ45 556   28,54   5,41%
  • ISSI 192   7,78   4,21%
  • IDX30 315   16,81   5,64%
  • IDXHIDIV20 391   20,59   5,56%
  • IDX80 84   4,30   5,41%
  • IDXV30 107   4,49   4,39%
  • IDXQ30 102   5,67   5,91%

Kemenkeu Perkirakan Defisit APBN 2022 Turun 4,3%, Ini Faktor Pendorongnya


Rabu, 12 Januari 2022 / 16:44 WIB
ILUSTRASI. Sejumlah truk pengangkut peti kemas melintas di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara, Kamis (16/12/2021). Kemenkeu Perkirakan Defisit APBN 2022 Turun 4,3%, Ini Faktor Pendorongnya.


Reporter: Siti Masitoh | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID -  JAKARTA. Kementerian Keuangan (Kemenkeu) memprediksi defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) di 2022 akan menurun ke 4,3% terhadap produk domestik bruto (PDB).

Adapun defisit anggaran di APBN 2022 ditetapkan sebesar Rp 868 triliun atau 4,85% terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia. Nilai tersebut disusun sebelum adanya UU Harmonisasi Perpajakan (HPP) hingga kenaikan harga komoditas andalan Indonesia.

“Tampaknya defisit kita akan jauh lebih kecil dari target 4,85% PDB, bisa di sekitar 4,4%, 4,3%, bahkan lebih rendah,” tutur kata Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kemenkeu Febrio Kacaribu dalam bincang dengan media secara virtual, Rabu (12/1).

Menurut Febrio, target defisit APBN 2022 yang sebesar Rp 868 triliun atau 4,85% dari PDB ini juga ditetapkan pada Oktober 2021, sehingga masih banyak asumsi yang belum bisa disertakan.

Baca Juga: Kemenkeu Optimistis Pertumbuhan Ekonomi Indonesia di Tahun 2021 Mencapai 3,7%

Salah satunya yakni asumsi dengan pertimbangan reformasi perpajakan dalam Undang-Undang Harmonisasi Peraturan Perpajakan (UU HPP) hingga Undang-Undang Hubungan Keuangan Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah (HKPD).

Maka dari itu, jika memasukkan dampak dari reformasi fiskal tersebut, berbagai asumsi makro termasuk defisit fiskal kemungkinan akan lebih baik dari target APBN 2022.

Selain itu, Ia juga akan memantau kinerja APBN pada 2022 ini dan juga diharapkan bisa melanjutkan perbaikan di tahun 2021, di mana pendapatan negara berhasil melewati target.

Sementara, belanja negara akan tetap seperti yang direncanakan dan tidak menurun, yakni dari Rp 2.697,2 triliun pada outlook 2021 menjadi Rp2.714,2 triliun dalam APBN 2022.

Baca Juga: 5 Arah Kebijakan Fiskal yang Akan Dilakukan Kemenkeu di 2022




TERBARU

[X]
×