kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.625.000   -5.000   -0,19%
  • USD/IDR 17.970   57,00   0,32%
  • IDX 5.707   63,87   1,13%
  • KOMPAS100 737   8,83   1,21%
  • LQ45 560   6,62   1,20%
  • ISSI 199   2,00   1,02%
  • IDX30 317   3,05   0,97%
  • IDXHIDIV20 391   1,68   0,43%
  • IDX80 84   0,91   1,10%
  • IDXV30 107   -0,06   -0,06%
  • IDXQ30 103   0,76   0,75%

Kemenkeu catat kontraksi makin tipis pertanda penerimaan pajak mulai pulih


Selasa, 23 Maret 2021 / 15:32 WIB
ILUSTRASI. Kemenkeu catat kontraksi makin tipis pertanda penerimaan pajak mulai pulih


Reporter: Yusuf Imam Santoso | Editor: Noverius Laoli

Sri Mulyani mengatakan, kinerja penerimaan PPh Pasal 26 moncer karena peningkatan pembayaran dividen, penurunan restitusi, dan adanya pembayaran ketetapan pajak. Sejalan PPh Final juga disebabkan pembayaran ketetapan pajak.

Selanjutnya, untuk pajak pertambahan nilai dalam negeri (PPN DN) tumbuh 8,14% yoy, melonjak dari posisi di periode sama tahun lalu yang hanya 5,3% yoy.  Lalu, PPN Impor tumbuh 1,14% yoy, sedangkan tahun sebelumnya minus 11,83% secara tahunan. 

Sri Mulyani menjelaskan,  PPN DN tumbuh positif menandakan konsumsi masyarakat tahun ini membaik dari tahun lalu, meskipun pandemi masih melanda daya beli masyarakat. Untuk PPN impor sejalan dengan peningkatan  impor barang modal dan barang konsumsi. 

“Jadi dibandingkan dengan Februari tahun lalu dari komposisi PPN DN dan PPN Impor ini the good pemulihan ekonomi mulai terjadi, bagaimana nanti kita mengawal dan mengakselerasi,” kata Menkeu Sri Mulyani saat Konferensi Pers Realisasi APBN, Rabu (23/3). 

Selanjutnya: Ditjen Pajak telah tentukan daftar sasaran sektor usaha hingga 2024

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×