Reporter: Grace Olivia | Editor: Tendi Mahadi
Namun, sinyal yang bercampur (mixed signals) dari The Fed, menurut Suahasil, menambah pekerjaan rumah Kemenkeu dalam merumuskan arah dan asumsi yang tepat untuk APBN tahun depan.
Baca Juga: Catat, ini daftar tindakan kecurangan alias fraud dalam pelaksanaan program JKN
“Ini jadi makin menantang untuk kami memahami dinamika variabel-variabel ekonomi yang sangat berkaitan dengan penyusunan anggaran, mulai dari asumsi nilai tukar, harga minyak, suku bunga, dan sebagainya,” ujar dia.
Selanjutnya, pemerintah akan kembali menganalisis hasil keputusan The Fed yang terbaru ini dan dampaknya terhadap arah perekonomian global maupun domestik.
Yang pasti, sinyal The Fed juga menunjukkan bahwa pemerintah tak bisa hanya mengandalkan data-data perekonomian, tetapi juga faktor lain seperti perang dagang, untuk merumuskan kebijakan dan anggaran tahun depan.
Baca Juga: Pemerintah targetkan dana abadi riset mencapai Rp 50 triliun lima tahun mendatang
Adapun, Menteri Keuangan Sri Mulyani tak banyak berkomentar terkait keputusan The Fed. Ia meyakini, Indonesia masih memiliki katalis positif dari dalam negeri sendiri untuk memastikan momentum pertumbuhan berlanjut di tahun ini.
“Suku bunga (BI) turun, maka confidence dari konsumen dan investor juga meningkat. Di lingkungan global juga ada positive support. Jadi kita harap ini berdampak lebih positif di kuartal ketiga dan selanjutnya,” kata Menkeu.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News