kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45991,94   -3,77   -0.38%
  • EMAS988.000 0,00%
  • RD.SAHAM -0.20%
  • RD.CAMPURAN 0.04%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.12%

Kemenkes tunggu rekomendasi ITAGI dan IDAI untuk vaksinasi anak 6 -11 tahun


Senin, 01 November 2021 / 20:23 WIB
Kemenkes tunggu rekomendasi ITAGI dan IDAI untuk vaksinasi anak 6 -11 tahun
ILUSTRASI. Juru Bicara Penanganan COVID-19 Kementerian Kesehatan dr. Siti Nadia Tarmizi dalam konferensi pers virtual, Selasa (13/7). Kemenkes tunggu rekomendasi ITAGI dan IDAI untuk vaksinasi anak 6 -11 tahun.


Reporter: Ratih Waseso | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID -  JAKARTA. Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) resmi memberikan izin penggunaan darurat atau Emergency Use Authorization (EUA) vaksin Sinovac untuk vaksinasi kepada anak usia 6 tahun sampai 11 tahun.

Juru Bicara Vaksinasi dari Kementerian Kesehatan Siti Nadia Tarmizi mengatakan, untuk pelaksanaan vaksinasi kepada anak usia 6 sampai 11 tahun, pemerintah akan menunggu rekomendasi dari Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) dan Indonesian Technical Advisory Group on Immunization (ITAGI).

"Kita akan menunggu rekomendasi ITAGI dan IDAI untuk proses pelaksanaannya. Termasuk proses skrining, sambil kita memastikan supply vaksin dari Sinovac karena akan ada penambahan kebutuhan," jelas Nadia saat dihubungi Kontan.co.id, Senin (1/11).

Sementara itu, Ketua Umum Pengurus Pusat Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) Dr. Piprim Basarah Yanuarso menuturkan, pihaknya akan segera mengeluarkan rekomendasi pelaksanaan vaksinasi kepada anak usia 6-11 tahun.

Baca Juga: Sah! BPOM resmi izinkan vaksin Sinovac untuk anak usia 6 tahun-11 tahun

"Skrining kita akan keluarkan secara detil, rekomendasi vaksinasi covid bagi anak usia 6-11 tahun. Pada prinsipnya amat sedikit yang akan alami kontra indikasi. Sebagai besar anak kita harapkan dapat terima vaksin ini," kata Piprim.

Namun bagi anak usia 6-11 tahun yang memiliki kondisi kesehatan tertentu seperti sedang sakit berat, sesak nafas, gagal jantung dan sebagainya dipastikan tidak dapat menerima vaksinasi Covid-19. "Detilnya kami akan keluarkan rekomendasi secepatnya. InsyaAllah," ujarnya.

Sebagai informasi, hasil uji klinis fase 1 dan fase 2 serta fase 2b vaksin Sinovac, menunjukkan imunogenisitas anak superior dibandingkan dewasa.

Adapun hasil uji klinik dari vaksin Covid-19 kepada anak-anak ini lebih kepada aspek keamanan dan aspek imunogenisitas. Dari uji klinis, imunogenisitas kepada subyek anak usia 6-11 tahun menunjukkan presentasi yang cukup tinggi yaitu 96%.

Selanjutnya: Kabar gembira! Menkes sebut obat Covid-19 bakal ada di Indonesia akhir tahun

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

DONASI, Dapat Voucer Gratis!
Dukungan Anda akan menambah semangat kami untuk menyajikan artikel-artikel yang berkualitas dan bermanfaat.

Sebagai ungkapan terimakasih atas perhatian Anda, tersedia voucer gratis senilai donasi yang bisa digunakan berbelanja di KONTAN Store.



TERBARU

[X]
×