kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.629.000   26.000   1,00%
  • USD/IDR 17.947   -95,00   -0,53%
  • IDX 6.351   31,53   0,50%
  • KOMPAS100 835   3,22   0,39%
  • LQ45 634   -1,22   -0,19%
  • ISSI 220   1,96   0,90%
  • IDX30 356   -1,18   -0,33%
  • IDXHIDIV20 435   -3,83   -0,87%
  • IDX80 95   0,21   0,22%
  • IDXV30 120   -0,51   -0,42%
  • IDXQ30 113   -0,52   -0,45%

Kemenhub sebut 82% kontrak angkutan udara perintis telah ditandatangani awal Januari


Kamis, 09 Januari 2020 / 15:48 WIB
ILUSTRASI. Kepala Bandara Domine Eduard Osok (DEO), Rasburhany (tengah) berfoto awak pesawat dan kru usai peresmian penerbangan perdana Susi Air di Bandara DEO, Kota Sorong, Papua Barat, Selasa (9/4/2019). Kementerian Perhubungan melakukan penerbangan perdana subsid


Reporter: Lidya Yuniartha | Editor: Noverius Laoli

Mendasari Perpres Nomor 70 Tahun 2017 Tentang Penyelenggaraan Kewajiban Palayanan Publik Untuk Angkutan Barang dari dan ke Daerah Tertinggal,Terpencil Terluar, dan Perbatasan, Polana berharap agar kegiatan Jembatan Udara dapat tersinkronisasi dengan program-program lainnya seperti Tol Laut, Kementerian Perdagangan dan Kementerian Desa Pembangunan Daerah Tertinggal.

Dalam menjalankan angkutan udara perintis ini, pemerintah pun menggelontorkan subsidi. Tahun ini terdapat sekitar Rp 500 miliar yang dialokasikan untuk subsidi angkutan udara perintis penumpang, angkutan udara perintis kargo, dan angkutan udara kargo.

Baca Juga: Menhub pastikan kereta api bandara dan KRL Duri-Tangerang beroperasi terbatas besok

Presiden Direktur Smart Aviation Pongky Majaya mengatakan, adanya subsidi yang diberikan pemerintah membantu maskapai untuk memperluas jangkauan ke daerah-daerah terpencil. Dia menyebut, pihaknya memang fokus di daerah Papua.

"Secara reguler kami memang menerbangkan pesawat kita di daerah itu juga. Hanya saja, dengan adanya subsidi akhirnya kita juga bisa menambah frekuensi penerbangan kami," ujar Pongky.

Menurut Pongky, potensi pasar di wilayah-wilayah terpencil, khususnya Papua, pun masih sangat besar. Apalagi, menurutnya saat ini pembangunan di wilayah Papua tengah ditingkatkan sehingga  sembako dan bahan bangunan perlu dikirim lewat udara. Karena itu, Pongky pun menyebut pihaknya berencana menambah 3 pesawat di 2020 sebagai persiapan di 2021.

Baca Juga: Kemenhub kerahkan tim reaksi cepat bantu korban banjir Jabodetabek

Selain memberikan subsidi, Pongky berharap pemerintah terus mendorng prasarana pendukung bandara seperti peningkatan landasan, navigasi dan lain-lain sehingga tingka kecelakaan dapat ditekan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Effective Warehouse Management

[X]
×