kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.750.000   10.000   0,36%
  • USD/IDR 17.735   27,00   0,15%
  • IDX 6.494   -31,92   -0,49%
  • KOMPAS100 847   -2,65   -0,31%
  • LQ45 641   -3,84   -0,60%
  • ISSI 229   0,15   0,06%
  • IDX30 358   -2,32   -0,65%
  • IDXHIDIV20 435   -1,38   -0,32%
  • IDX80 97   -0,40   -0,42%
  • IDXV30 121   0,07   0,06%
  • IDXQ30 113   -0,73   -0,64%

Kemenhub dapat pagu indikatif Rp 41,3 triliun, Menhub sebut masih dibawah kebutuhan


Selasa, 23 Juni 2020 / 18:58 WIB
ILUSTRASI. Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi hadir dalam pertemuan menteri transportasi Brunei Darussalam, Indonesia, Malaysia dan Filipina (BIMP) di Jakarta, Jumat (6/12/2019). Pemerintah Indonesia menggelar 12th Transport Ministers Meeting BIMP-EAGA and Relate


Reporter: Lidya Yuniartha | Editor: Noverius Laoli

Dalam Rancangan RKP Tahun 2021 Keemnhub diminta untuk mewujudkan Proyek Prioritas Strategis yaitu pembangunan Infrastruktur Ekonomi seperti Jaringan Pelabuhan Utama Terpadu yakni Pelabuhan Kuala Tanjung, Kijing, Tanjung Priok, Makassar, Bitung, dan Sorong,  Kereta Api Makassar-Pare-Pare, Jembatan Udara 37 Rute di Papua.

Kemenhub juga diminta untuk melakukan pembangunan Infrastruktur Transportasi Perkotaan yaitu mewujudkan Sistem Angkutan Umum Massal di 6 Wilayah Metropolitan yakni Jakarta, Surabaya, Medan, Bandung, Semarang, dan Makassar.

Baca Juga: Kemenhub berharap tol laut bisa jaga keberlangsungan logistik di tengah pandemi

Menurut Budi, Kemenub berkomitmen meningkatkan kinerja pembangunan sektor transportasi melalui skema Investasi melalui Kerjasama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU), serta mengoptimalkan skema Kerjasama Pemanfaatan (KSP)/ Kerjasama Penyediaan Infrastruktur (KSPI) untuk menyediakan layanan yang professional, kompetitif, serta mengurangi biaya operasional dari APBN sekaligus mendatangkan nilai tambah.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×