Reporter: Siti Masitoh | Editor: Tri Sulistiowati
KONTAN.CO.ID – MADINAH. Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) meminta PT Garuda Indonesia mengevaluasi pola keterlambatan penerbangan pada fase kepulangan jemaah haji.
Wakil Menteri Haji dan Umrah, Dahnil Anzar Simanjuntak membeberkan, meski tingkat ketepatan waktu penerbangan saat keberangkatan mencapai sekitar 98%, performa penerbangan pemulangan dinilai masih perlu diperbaiki agar jemaah dapat segera kembali berkumpul dengan keluarga di Tanah Air.
Ia mengatakan pihaknya telah menyampaikan langsung catatan tersebut kepada PT Garuda Indonesia. Menurutnya, ketepatan waktu penerbangan kepulangan perlu menjadi perhatian serius dalam evaluasi penyelenggaraan haji tahun depan.
Baca Juga: Kemenhaj Akan Gelar Manasik Kesehatan, Perkuat Istithaah Jemaah Haji 2027
"Ini tadi juga berbicara dengan Garuda. Salah satu catatan penting kita adalah bagaimana memastikan mengurangi delay time jemaah haji kita yang pulang. Garuda ketika keberangkatan tingkat ketepatan waktunya sekitar 98%, tetapi ketika kepulangan performanya agak menurun," ujar Dahnil dalam konferensi pers, Kamis (25/6).
Karena itu, Kementerian Haji dan Umrah meminta Garuda menekan tingkat keterlambatan penerbangan pada fase pemulangan jemaah. Menurut Dahnil, kepulangan menjadi momen yang sangat dinantikan jemaah setelah menyelesaikan seluruh rangkaian ibadah di Tanah Suci.
"Ke depan memang harus ada evaluasi, delay time itu jangan persentasenya tinggi ketika kepulangan. Sebab, jemaah ingin cepat tiba di rumah dan berkumpul kembali dengan keluarga," katanya.
Selain mengevaluasi maskapai, Kemenhaj juga menginstruksikan seluruh kepala kantor wilayah embarkasi di daerah untuk memangkas agenda seremonial saat penyambutan jemaah. Langkah tersebut dilakukan agar jemaah tidak perlu menunggu lebih lama sebelum kembali ke kediaman masing-masing.
"Kami sudah menginstruksikan kepada seluruh kepala kantor wilayah embarkasi agar mengurangi agenda-agenda seremonial. Jadi mohon pejabat-pejabat daerah jangan banyak seremoni atau pidato yang panjang. Sambut secukupnya, kemudian biarkan jemaah langsung kembali ke rumah masing-masing," ujarnya.
Baca Juga: Kemenkeu Terbitkan Sukuk Lewat Skema Private Placement, Himpun Dana Rp 11,5 Miliar
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News














