kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.526.000   -20.000   -0,79%
  • USD/IDR 18.159   -7,00   -0,04%
  • IDX 5.057   -41,01   -0,80%
  • KOMPAS100 651   -4,49   -0,68%
  • LQ45 515   -0,12   -0,02%
  • ISSI 169   -2,02   -1,18%
  • IDX30 290   0,46   0,16%
  • IDXHIDIV20 392   3,47   0,89%
  • IDX80 75   -0,37   -0,49%
  • IDXV30 109   1,70   1,58%
  • IDXQ30 98   0,32   0,33%

Kemendes PDTT akan telusuri desa yang belum salurkan bantuan langsung tunai dana desa


Senin, 25 Mei 2020 / 18:59 WIB
ILUSTRASI. Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (PDTT) Abdul Halim Iskandar menyampaikan paparan dalam rapat kerja dengan Komite I Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Republik Indonesia di kompleks Parlemen, Jakarta, Selasa (26/11/2019). Rapat memb


Reporter: Ratih Waseso | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID -  JAKARTA. Menteri Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi, Abdul Halim Iskandar mengatakan bahwa pihaknya akan menelusuri dan menelaah desa-desa yang belum menyalurkan bantuan langsung tunai dana desa (BLT-DD).

Ia menerangkan, BLT-DD hadir lantaran adanya dampak ke masyarakat pedesaan akan wabah virus korona (Covid-19). Oleh karenanya, bagi desa yang sudah mendapatkan dana desa ke kas rekening desa namun belum tersalurkan perlu ada penelusuran alasannya.

Baca Juga: Cara cek bansos Banyuwangi direkomendasikan Mendagri Tito Karnavian buat daerah lain

"Kita masih penelusuran dan telaah desa-desa yang secara faktual yang tidak butuhkan BLT-DD, karena inikan hadir atas dampak Covid-19 kalau desa itu nggak berdampak secara ekonomi nggak harus BLT dipaksa dicairkan, nah itu artinya desa nggak kena dampak scara ekonomi akibat Covid-19," jelas Abdul Halim pekan lalu melalui teleconference.

Ia memberi contoh, misalnya saja di kawasan perkebunan karet, dimana desa dapat dikatakan makmur yang tidak merasakan adanya dampak Covid-19 dari sisi perekonomian warga desanya.

Baca Juga: Sebanyak 4,52 juta keluarga sudah terima BLT dana desa

Dalam artian warga desa masih tetap melakukan pekerjaan sehari-hari di perkebunan karet, ia mencontohkan. "Kalau tidak ada dampak, nah kalau gitu kita beri ruang buat tidak salurkan ini kita telusuri mana saja, terus itu diapresiasi juga," imbuhnya.




TERBARU

[X]
×