kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.638.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.766   5,00   0,03%
  • IDX 6.441   -21,27   -0,33%
  • KOMPAS100 842   -10,21   -1,20%
  • LQ45 640   -8,13   -1,25%
  • ISSI 225   0,94   0,42%
  • IDX30 356   -4,01   -1,11%
  • IDXHIDIV20 444   -5,92   -1,32%
  • IDX80 96   -1,24   -1,27%
  • IDXV30 122   -2,51   -2,02%
  • IDXQ30 115   -1,38   -1,19%

Kemendagri minta tambahan anggaran pendagaan blangko e-KTP sebanyak 25 juta keping


Selasa, 14 Januari 2020 / 19:23 WIB
ILUSTRASI. Warga menjalani perekaman retina mata saat pembuatan Kartu Tanda Penduduk (KTP) elektronik di Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kota Lhokseumawe, Aceh, Selasa (29/1/2019). Sejak awal Januari 2019 warga di kota itu hanya melakukan perekam foto dan diber


Reporter: | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) meminta tambahan pengadaan blangko e-KTP sebanyak 25 juta keping. Pasalnya untuk mencukupi kebutuhan blangko e-KTP tahun 2020 sebanyak 41 juta keping.

Sebelumnya telah dilakukan pengadaan blanko 16 juta keping. "Untuk yang 16 juta keping anggarannya sudah tersedia. Kemarin pak Tito (Mendagri) meminta mencukupi yang sisanya," ujar Direktur Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dirjen Dukcapil) Kemendagri Zudan Arif Fakrulloh saat konferensi pers, Selasa (14/1).

Kebutuhan tersebut diestimasikan melihat adanya pemekaran desa, kecamatan, dan kabupaten. Oleh karena itu diharapkan tambahan tersebut bisa dipenuhi oleh pemerintah.

Untuk blangko e-KTP 16 juta keping telah selesai ditender. Saat ini sudah dibagikan sebagian ke sejumlah daerah yang kehabisan blangko KTP. "Saat ini sudah terdistribusi sebanyak 961.000 keping," terang Zudan.

Penggunaan blangko tersebut diprioritaskan untuk sejumlah kelompok. Antara lain adalah untuk anak yang pertama kali membuat e-KTP.

Selain itu blangko juga diprioritaskan untuk korban bencana alam. Penggantian surat keterangan juga menjadi prioritas dalam penggunaan blangko e-KTP tersebut.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×