kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.750.000   -18.000   -0,65%
  • USD/IDR 17.741   18,00   0,10%
  • IDX 6.406   -95,98   -1,48%
  • KOMPAS100 833   -14,48   -1,71%
  • LQ45 633   -9,40   -1,46%
  • ISSI 225   -3,43   -1,50%
  • IDX30 354   -4,60   -1,28%
  • IDXHIDIV20 432   -4,21   -0,97%
  • IDX80 95   -1,63   -1,69%
  • IDXV30 120   -1,45   -1,19%
  • IDXQ30 113   -1,10   -0,97%

Kemdag: Beras impor akan digelontorkan saat diperlukan


Minggu, 19 Agustus 2018 / 18:09 WIB
ILUSTRASI. Problem distribusi pangan


Reporter: Lidya Yuniartha | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kementerian Perdagangan telah menerbitkan persetujuan impor beras tahap tiga kepada Perum Bulog sebanyak 1 juta ton. Dengan persetujuan ini, maka kuota impor beras yang dimiliki Bulog sebanyak 2 juta ton.

Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri Kementerian Perdagangan (Kemdag) Tjahya Widayanti memastikan, impor beras yang dilakukan oleh Perum Bulog akan ditujukan sebagai Cadangan Beras Pemerintah (CBP). “Beras impor ini akan digelontorkan saat diperlukan,” ujar Tjahya kepada Kontan.co.id, Minggu (19/8).

Menurut Tjahya, maksud dari kalimat 'saat diperlukan ini' adalah ketika harga beras terus meningkat. Sayangnya, Tjahya tak menyebutkan berapa persen kenaikan beras tersebut. Dia bilang, penggelontoran beras di saat yang diperlukan ini tidak akan merugikan petani.

Sebelumnya, penugasan impor beras tahap tiga ini diberikan kepada Perum Bulog melalui keputusan Rapat Koordinasi Terbatas (Rakortas). Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri Kementerian Perdagangan Oke Nurwan menjelaskan, impor beras yang dilakukan pun bertujuan untuk menambah CBP, sekaligus menstabilkan harga beras.

Sementara itu, berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), sejak Januari hingga Juli 2018, realisasi impor beras Bulog sudah mencapai 1,18 juta ton dengan nilai US$ 552,87 juta.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×