kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ451.025,63   -7,01   -0.68%
  • EMAS932.000 -0,96%
  • RD.SAHAM -1.07%
  • RD.CAMPURAN -0.35%
  • RD.PENDAPATAN TETAP -0.08%

Kematian Akibat Covid-19 Melonjak, Ini 7 Komorbid Risiko Tinggi Menurut Kemenkes


Kamis, 24 Februari 2022 / 23:05 WIB
Kematian Akibat Covid-19 Melonjak, Ini 7 Komorbid Risiko Tinggi Menurut Kemenkes


Reporter: SS. Kurniawan | Editor: S.S. Kurniawan

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Angka kematian akibat Covid-19 di Indonesia melonjak. Kementerian Kesehatan atau Kemenkes mencatat, ada tujuh komorbid dengan risiko kematian tinggi.

Pada Rabu (24/2), data Kemenkes menunjukkan, kematian akibat Covid-19 mencapai 317. Ini pertama kali menembus angka 300 dan merupakan yang tertinggi sejak 8 September tahun lalu.

Hingga 19 Februari, Kemenkes mencatat, total ada 2.484 pasien meninggal di masa varian Omicron mendominasi kasus Covid-19 di Indonesia. 

Dari 2.484 pasien yang meninggal, 54% tanpa komorbid. Untuk pasien komorbid yang meninggal, kebanyakan menderita diabetes melitus. Sebanyak 21% memiliki penyakit penyerta lebih dari satu.

"Risiko kematian meningkat 3,53 kali lebih tinggi pada pasien komorbid dibanding pasien tanpa komorbid," kata Siti Nadia Tarmizi, juru bicara Vaksinasi Covid-19 Kemenkes, Selasa (22/2).

Baca Juga: 6 Ciri-Ciri Gejala Omicron yang Banyak Dirasakan di Indonesia, Mengacu Data Kemenkes

Hanya, Nadia mengungkapkan, risiko kematian berkurang 11% pada pasien yang sudah menerima satu dosis vaksin. Lalu, berkurang 67% pada pasien yang sudah mendapatkan dua dosis vaksin dan 91% pada pasien yang sudah menerima vaksin booster.

"Kita perlu mendorong vaksinasi terutama pada lansia untuk melindungi dari penyakit parah dan kematian," ujarnya. 

Komorbid dengan risiko kematian tinggi akibat Covid-19 

Untuk menurunkan risiko kematian, pasien lansia, komorbid, dan belum vaksinasi perlu diobservasi lebih ketat di ruang isolasi atau high care unit. Menurut Kemenkes, ada 7 komorbid dengan risiko kematian tinggi akibat Covid-19:

  1. Diabetes
  2. Hipertensi
  3. Jantung
  4. Gagal ginjal
  5. Penyakit paru obstruktif kronis (PPOK)
  6. Asma
  7. Kanker 

Baca Juga: Waspada! Puncak Kematian di Indonesia Terjadi 15 Hari pasca Puncak Kasus Covid-19

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

DONASI, Dapat Voucer Gratis!
Dukungan Anda akan menambah semangat kami untuk menyajikan artikel-artikel yang berkualitas dan bermanfaat.

Sebagai ungkapan terimakasih atas perhatian Anda, tersedia voucer gratis senilai donasi yang bisa digunakan berbelanja di KONTAN Store.



TERBARU
Kontan Academy
Storytelling with Data Berkomunikasi dengan Diplomatis dan Asertif

[X]
×