kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 1.836.000   17.000   0,93%
  • USD/IDR 16.565   0,00   0,00%
  • IDX 6.511   38,26   0,59%
  • KOMPAS100 929   5,57   0,60%
  • LQ45 735   3,38   0,46%
  • ISSI 201   1,06   0,53%
  • IDX30 387   1,61   0,42%
  • IDXHIDIV20 468   2,62   0,56%
  • IDX80 105   0,58   0,56%
  • IDXV30 111   0,69   0,62%
  • IDXQ30 127   0,73   0,58%

Kelemahan partai Demokrat versi LSI


Senin, 04 November 2013 / 14:37 WIB
Kelemahan partai Demokrat versi LSI
ILUSTRASI. Berikut ide penggunaan keramik bermotif supaya rumah tampak hidup dan tidak membosankan.


Reporter: Dikky Setiawan | Editor: Dikky Setiawan

JAKARTA. Lingkaran Survei Indonesia (LSI) menyebutkan, bahwa Partai Demokrat memiliki sejumlah kelemahan yang dapat diserang oleh berbagai partai pesaingnya di 2014 mendatang.

Peneliti LSI, Ardian Sopa menyebutkan, kelemahan Partai Demokrat tersebut lebih didominasi oleh faktor internal Partai Demokrat.

"Image buruk karena kasus korupsi mantan petinggi Partai (Demokrat) dan sisa konflik antara kubu SBY dan Anas adalah konflik internal yang menjadi kelemahan Partai Demokrat," kata Sopa dalam jumpa pers rilis LSI berjudul mungkinkah lahir poros tengah jilid dua di kantor LSI, Rawamangun, Jakarta Timur, Minggu (3/11/2013).

Dirinya menjelaskan, faktor eksternal pun turut menjadi penyumbang kelemahan Partai Demokrat. Salah satunya karena Calon Presiden peserta konvensi di Partai Demokrat sama sekali tidak memiliki dukungan penuh dan pamornya kurang kuat.

"Sehingga menyebabkan tren elektabilitas partai merosot," lanjutnya.

Untuk diketahui, Lingkaran Survei Indonesia (LSI), merilis temuan dan analisis survei yang menyebutkan bahwa Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN), Hatta Rajasa sebagai tokoh terkuat setelah Gubernur DKI Jakarta, Joko Widodo.

Entah apa alasannya, nama Hatta Rajasa selalu berada di posisi tertinggi daripada Prabowo Subianto, Muhaimin Iskandar, Wiranto dan beberapa tokoh nasional lainnya. (Wahyu Aji/Tribunnews.com)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Survei KG Media

TERBARU
Kontan Academy
Supply Chain Management on Procurement Economies of Scale (SCMPES) Brush and Beyond

[X]
×