kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.540.000   -10.000   -0,39%
  • USD/IDR 18.094   14,00   0,08%
  • IDX 5.447   58,84   1,09%
  • KOMPAS100 705   8,36   1,20%
  • LQ45 549   4,58   0,84%
  • ISSI 187   3,18   1,73%
  • IDX30 307   1,72   0,56%
  • IDXHIDIV20 404   4,19   1,05%
  • IDX80 81   0,85   1,06%
  • IDXV30 113   1,87   1,69%
  • IDXQ30 102   0,69   0,68%

Kelemahan partai Demokrat versi LSI


Senin, 04 November 2013 / 14:37 WIB


Reporter: Dikky Setiawan | Editor: Dikky Setiawan

JAKARTA. Lingkaran Survei Indonesia (LSI) menyebutkan, bahwa Partai Demokrat memiliki sejumlah kelemahan yang dapat diserang oleh berbagai partai pesaingnya di 2014 mendatang.

Peneliti LSI, Ardian Sopa menyebutkan, kelemahan Partai Demokrat tersebut lebih didominasi oleh faktor internal Partai Demokrat.

"Image buruk karena kasus korupsi mantan petinggi Partai (Demokrat) dan sisa konflik antara kubu SBY dan Anas adalah konflik internal yang menjadi kelemahan Partai Demokrat," kata Sopa dalam jumpa pers rilis LSI berjudul mungkinkah lahir poros tengah jilid dua di kantor LSI, Rawamangun, Jakarta Timur, Minggu (3/11/2013).

Dirinya menjelaskan, faktor eksternal pun turut menjadi penyumbang kelemahan Partai Demokrat. Salah satunya karena Calon Presiden peserta konvensi di Partai Demokrat sama sekali tidak memiliki dukungan penuh dan pamornya kurang kuat.

"Sehingga menyebabkan tren elektabilitas partai merosot," lanjutnya.

Untuk diketahui, Lingkaran Survei Indonesia (LSI), merilis temuan dan analisis survei yang menyebutkan bahwa Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN), Hatta Rajasa sebagai tokoh terkuat setelah Gubernur DKI Jakarta, Joko Widodo.

Entah apa alasannya, nama Hatta Rajasa selalu berada di posisi tertinggi daripada Prabowo Subianto, Muhaimin Iskandar, Wiranto dan beberapa tokoh nasional lainnya. (Wahyu Aji/Tribunnews.com)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×