kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.839.000   -20.000   -0,70%
  • USD/IDR 17.500   -30,00   -0,17%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Kelaparan, Anas terpaksa makan makanan dari KPK


Selasa, 14 Januari 2014 / 17:59 WIB
ILUSTRASI. cacar air


Sumber: Kompas.com | Editor: Dikky Setiawan

JAKARTA. Meski keluarganya melarang, Mantan Ketua Umum Partai Demokrat Anas Urbaningrum akhirnya tetap menerima makanan dan minuman dari KPK.

Loyalis Anas, Tri Dianto mengatakan, Anas terpaksa menerima makan dan minum dari KPK karena kelaparan. Tri menjelaskan, pihak keluarga telah mencoba untuk mengirimkan makan dan minum ke KPK sejak Anas ditahan pada Jumat malam, tapi tidak pernah berhasil. Keluarganya baru bisa mengirimkan makanan senin sore.

"Prakteknya, dari Jumat malam sampai Senin tidak bisa ngirim makanan kesana, sekarang kalau hari Jumat sampai Senin enggak makan bagaimana? Ya iya jelas kelaparan lah, mau makan apa coba?" kata Tri saat dihubungi, Selasa (14/1/2014).

Tri pun mengkritik kebijakan KPK yang dianggapnya menyulitkan itu. Dia menilai, KPK sebagai lembaga penegak hukum, bersikap diskriminatif. "Peratutan di KPK terhadap Anas ini dibedakan. Masa Andi Mallarangeng datang ke KPK langsung bisa bawa masuk kopernya. Ini Anas dibawakan makanan aja enggak boleh. Bayangkan, senin itu aja negonya banyak banget," lanjut dia.

Juru Bicara Perhimpunan Pergerakan Indonesia (PPI) itu pun berharap, KPK dapat memperbaiki sistemnya yang diskriminatif tersebut. Sebagai lembaga penegak hukum, menurutnya KPK harus bersikap adil kepada semua tahanannya.

"Ini kan sudah terjadi diskriminasi banget. Ini aneh kalau Anas dibatasi begini. Harusnya tidak bisa seperti ini," pungkasnya.

Seperti diberitakan, setelah Anas ditahan KPK pada Jumat (10/1/2014) lalu, pihak keluarga langsung melarang Anas untuk menerima makan dan minum dari pemberian KPK. Keluarga khawatir Anas diracuni.

Namun Juru Bicara KPK Johan Budi mengatakan, Anas tetap menerima makan dan minum dari KPK. (Ihsanuddin)


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×