kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.615.000   -20.000   -0,76%
  • USD/IDR 18.110   -15,00   -0,08%
  • IDX 6.040   1,68   0,03%
  • KOMPAS100 789   0,53   0,07%
  • LQ45 599   -3,49   -0,58%
  • ISSI 210   2,97   1,43%
  • IDX30 339   -1,95   -0,57%
  • IDXHIDIV20 422   -0,99   -0,24%
  • IDX80 90   0,01   0,01%
  • IDXV30 116   1,09   0,96%
  • IDXQ30 109   -0,38   -0,35%

Kelangkaan garam tak pengaruhi inflasi


Selasa, 01 Agustus 2017 / 14:20 WIB


Reporter: Adinda Ade Mustami | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

JAKARTA. Harga garam sejak awal tahun semakin mendaki. Hingga saat ini, harga garam rakyat dihargai Rp 2.500 per kilogram (kg). Harga ini lebih tinggi bila dibandingkan tahun lalu yang paling tinggi hanya menyentuh Rp 1.500 per kg.

Meski demikian, Badan Pusat Statistik (BPS) memastikan, kenaikan harga garam tersebut tidak berdampak pada inflasi. Sebab, bobot garam dalam perhitungan indeks harga konsumen (IHK) sangat rendah.

"Bobotnya nol koma nol nol, tidak besar, kecil," kata Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS Yunita Rusanti, Selasa (1/8).

Yunita menyayangkan kelangkaan garam yang diterjadi belakangan ini. Sebab, Indonesia merupakan negara kepulauan dengan lautan yang luas. "Yang harus digenjot itu pertama, tekonologi," tambahnya.

Kepala BPS Suhariyanti juga mengatakan, dengan bobot yang sangat kecil, kenaikan harga garam tidak akan tercermin pada andil inflasi. Apalagi, pemerintah juga telah membuka keran impor garam.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
Sales Coaching: Lead Better, Sell More! Teori, Strategi & Taktik Penagihan Kredit/ Piutang Macet Secara Dini & Terintegrasi Serta Efisien & Efektif

[X]
×