kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.740.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.708   -71,00   -0,40%
  • IDX 6.526   24,10   0,37%
  • KOMPAS100 849   6,96   0,83%
  • LQ45 645   5,86   0,92%
  • ISSI 228   -0,31   -0,14%
  • IDX30 360   3,72   1,04%
  • IDXHIDIV20 437   4,19   0,97%
  • IDX80 97   0,82   0,85%
  • IDXV30 121   0,51   0,43%
  • IDXQ30 114   1,21   1,07%

Kejujuran orang Indonesia merosot saat pemilu


Jumat, 07 Februari 2014 / 17:27 WIB
Layanan digital Bank Rakyat Indonesia (BRI) di pusat belanja, Jakarta.Ada Ancaman Inflasi, BRI Optimistis Kredit Konsumsi Tumbuh Dobel Digit pada 2022.


Sumber: TribunNews.com | Editor: Dikky Setiawan

JAKARTA. Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) mengapresiasi program MataMassa yang digagas oleh Aliansi Jurnalis Independen Indonesia (AJI) Jakarta. Bawaslu menyatakan membutuhkan partisipasi masyarakat dalam rangka mengawal proses pemilu.

Menurut Komisioner Bawaslu, Nelson Simanjuntak, pihaknya tak bisa melakukan pengawasan proses pemilu di seluruh Indonesia dengan jumlah petugas Bawaslu yang ada saat ini. Karena itu pihaknya berharap masyarakat turut melakukan pengawasan proses pemilu.

"Dalam pemilu, gampang tergoda menjadi tidak jujur. Saat pemilu, tingkat kejujuran orang Indonesia agak merosot. Karena kecenderungan seperti itu, perlu ada pengawasan dan makin diperketat," kata Nelson di kantor Bawaslu, Jumat (7/2/2014).

Nelson menuturkan jika setiap anggota masyarakat melakukan pengawasan saat proses pemilu, maka keberadaan badan pengawas tidak terlalu diperlukan. Proses pemilu demokrasi yang baik, kata Nelson, sebenarnya adalah pemilu yang tanpa harus diawasi.

"Kami harap yang melakukan pengawasan adalah masyarakat, termasuk melibatkan tokoh masyarakat. Kalau melihat komposisi Bawaslu, tidak bisa melakukan pengawasan di seluruh Indonesia," tandasnya.( Danang Setiaji Prabowo)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×