kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.857.000   7.000   0,25%
  • USD/IDR 17.127   21,00   0,12%
  • IDX 7.458   150,91   2,07%
  • KOMPAS100 1.029   19,80   1,96%
  • LQ45 746   12,57   1,71%
  • ISSI 269   4,55   1,72%
  • IDX30 400   7,29   1,85%
  • IDXHIDIV20 490   9,98   2,08%
  • IDX80 115   1,84   1,62%
  • IDXV30 135   1,86   1,40%
  • IDXQ30 129   2,36   1,86%

Kehadiran vaksin tahap ke-14 dukung upaya target 1 juta dosis per hari


Selasa, 01 Juni 2021 / 09:35 WIB
ILUSTRASI. Petugas membawa Envirotainer berisi vaksin COVID-19 setibanya di Teminal Cargo Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Banten, Senin (31/5/2021).


Reporter: Ratih Waseso | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Indonesia kembali kedatangan vaksin Covid-19 dalam bentuk bahan baku bulk sebanyak 8 juta dosis. Dengan kedatangan vaksin Sinovac tersebut, maka total vaksin yang telah didapatkan Pemerintah baik melalui kerja sama bilateral maupun multilateral menjadi 91,9 juta dosis.

Juru Bicara Vaksinasi Covid-19 dari Kementerian Kesehatan, Siti Nadia Tarmizi menyampaikan, sepanjang Mei kemarin, Indonesia telah menerima tiga kali kedatangan vaksin, di antaranya dari Sinovac sebanyak dua kali dan AstraZeneca sebanyak satu kali.

"Ini menambah jumlah stok vaksin kita total menjadi 91,9 juta dosis,” ujar Nadia dalam siaran pers, Selasa (1/6).

Baca Juga: Hasil uji klinik, vaksin Covid-19 Moderna sangat efektif untuk remaja 12-17 tahun

Berkaca pada vaksin yang terus datang bertahap, maka ketersediaan vaksin yang ada hingga saat ini diperkirakan dapat mencukupi kebutuhan 25-30 juta dosis.

“Ini sebuah kabar gembira bagi kita semua karena artinya kita dapat meningkatkan upaya penyuntikan menjadi 1 juta dosis per hari sehingga kita dapat mempercepat program vaksinasi dan mengejar kekebalan kelompok," imbuhnya.

Selain itu, lanjutnya jumlah vaksin yang dimiliki saat ini mendukung pemerintah untuk memperluas sasaran vaksinasi terutama pada kelompok rentan dan usia pralansia 50 tahun ke atas.

Di mana lansia dan usia pralansia, menurut Nadia, juga memiliki risiko kesakitan dan kematian yang lebih tinggi dibandingkan kelompok usia lainnya sehingga perlu segera diprioritaskan untuk mendapatkan vaksinasi.




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Effective Warehouse Management

[X]
×