kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.940.000   20.000   0,68%
  • USD/IDR 16.808   -72,00   -0,43%
  • IDX 8.032   96,61   1,22%
  • KOMPAS100 1.132   15,02   1,34%
  • LQ45 821   5,36   0,66%
  • ISSI 284   5,77   2,08%
  • IDX30 427   0,41   0,10%
  • IDXHIDIV20 513   -1,95   -0,38%
  • IDX80 127   1,53   1,22%
  • IDXV30 139   0,46   0,33%
  • IDXQ30 139   -0,29   -0,21%

Kedutaan Besar Myanmar berhenti beraktivitas


Senin, 13 Agustus 2012 / 18:47 WIB
ILUSTRASI. Bandara Ngurah Rai memberlakukan persyaratan sertifikat vaksin COVID-19 minimal dosis pertama serta surat keterangan negatif COVID-19 berbasis PCR paling lama 2x24 jam sebelum keberangkatan yang berlaku selama masa PPKM Darurat. ANTARA FOTO/Fikri Yusuf


Reporter: Asnil Bambani Amri | Editor: Asnil Amri

JAKARTA. Kantor Kedutaan Besar Myanmar di Agus Salim Menteng, Jakarta Pusat, berhenti beraktivitas sejak minggu lalu. Penghentian aktivitas tersebut terkait dengan seringnya aksi unjuk rasa yang dilakukan massa Koalisi Nusantara di depan Kantor Kedutaan.

"Kantor tutup dari minggu lalu. Karena keseringan demo," ujar Novri, satpam kedubes Myanmar saat ditemui Kompas.com usai aksi unjuk rasa yang dilakukan oleh Koalisi Nusantara untuk Rohingya, Senin (13/8).

Novri menjelaskan, aktivitas di Kantor Kedutaan Myanmar saat ini sedang tidak berjalan. Hal ini dilakukan karena alasan keamanan terhadap Duta Besar, staf kedutaan, serta para karyawan. Untuk pengurusan visa pun sementara dipindahkan ke tempat lain.

"Kedutaan masih melayani pengurusan visa, tapi tempatnya bukan di kantor kedutaan ini," lanjut Novri. Saat ditanya lokasi pengurusan visa tersebut, Novri tidak mau menyebutkan tempatnya. "Waduh, kalau itu saya nggak bisa kasih tau," pungkas Novri.

Akhir-akhir ini, Kantor Kedutaan Besar Myanmar memang menjadi salah satu tempat yang sering didemo, khususnya komunitas muslim di Indonesia. Hal ini terkait kasus kekerasan serta pembunuhan yang diduga dilakukan militer Myanmar kepada umat minoritas muslim di kawasan Rakhine, Rohingya Myanmar. (Adri Prima/Kompas.com)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×