kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.839.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.525   25,00   0,14%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Kedatangan Jemaah Haji di Madinah Terlampaui, Pendorongan ke Makkah Berjalan Bertahap


Jumat, 08 Mei 2026 / 17:01 WIB
Kedatangan Jemaah Haji di Madinah Terlampaui, Pendorongan ke Makkah Berjalan Bertahap
ILUSTRASI. Jemaah Haji diimbau berangkat lebih awal ke Masjidil Haram (DOK/siti masitoh)


Reporter: Siti Masitoh | Editor: Avanty Nurdiana

KONTAN.CO.ID - MADINAH. Arus puncak kedatangan jemaah haji Indonesia di Madinah Al Munawwarah telah terlampaui. Kondisi ini terjadi seiring dengan berakhirnya fase kedatangan jemaah dari Tanah Air melalui Bandara Madinah. Kolaborasi antarpetugas dari berbagai bidang menjadi salah satu kunci dalam mengatasi keterbatasan sumber daya manusia di lapangan.

Ketua Sektor 1 Daker Madinah, Ramlan Sudarto, sebanyak 13 kelompok terbang (kloter) jemaah haji Indonesia telah diberangkatkan menuju Makkah Al-Mukarramah.

“Proses pendorongan jemaah dimulai sejak dini hari secara bertahap guna memastikan kelancaran mobilisasi,” jelasnya, di Kantor Daker Madinah, Jumat (8/5/2026).

Baca Juga: 32.299 Jemaah Kantongi Tasreh Raudhah, Kemenhaj Prioritaskan Lansia dan Rentan

Ia menjelaskan, proses pergeseran jemaah dilakukan sejak dini hari secara bertahap untuk memastikan mobilisasi berjalan tertib dan lancar.Pendorongan 13 kloter itu pun tergolong cukup banyak. Akan tetapi kali ini berangsur menurun. Jumlah petugas yang tidak sebanding dengan kuantitas jemaah bisa menjadi hambatan dalam memberikan layanan.

Beruntung, meski jumlah kloter yang harus digeser menuju Makkah tergolong tinggi, namun sudah tidak ada kloter kedatangan. Kedatangan jemaah kini memasuki gelombang kedua yang langsung menuju Makkah.

"Kemarin ketika masih ada kedatangan, petugas cukup terkuras karena kerap bersamaan dengan pendorongan. Alhamdulillah kini hanya fokus ke pendorongan jemaah menuju Makkah. Besok juga sudah tidak akan sebanyak hari ini," imbuhnya.

Ramlan menyatakan untuk melakukan pendorongan seluruh timnya telah bersiaga sejak pukul 03.00 Waktu Arab Saudi (WAS). Meski berjalan lancar, ia mengakui adanya kendala teknis di lapangan terkait jumlah tenaga angkut atau umal. Banyaknya kloter yang berangkat secara bersamaan membuat tim umal yang semula berjumlah besar harus terbagi ke beberapa titik, sehingga jumlah personel per kloter berkurang drastis.

"Biasanya satu kloter bisa ditangani 20 orang umal, sekarang tinggal empat atau lima orang saja. Namun, kami maksimalkan tenaga yang ada agar hasilnya tetap optimal," jelasnya.

Sebagai solusi jangka panjang, Ramlan berharap ada penambahan tenaga umal, baik untuk petugas di dalam hotel (menurunkan koper dari kamar) maupun petugas lapangan (memasukkan koper ke bus).

Baca Juga: Prabowo Tegaskan Perlindungan Warga Negara dan Penguatan Perdamaian ASEAN

Senada, Koordinator Transportasi Sektor 1 Aryo Dipokusumo, menjelaskan pihaknya menerapkan strategi kolaborasi antarfungsi untuk menutupi kekurangan tenaga. Seluruh petugas dari bagian akomodasi, konsumsi, hingga layanan lansia dan disabilitas (Landis) dikerahkan untuk membantu jemaah.

"Kita bagi menjadi empat tim kecil. Semua ikut bahu-membahu mengurai kepadatan, bahkan Pak Kasektor sendiri turun tangan langsung ke lapangan," katanya.

Terkait permasalahan bagasi yang kerap melebihi kapasitas, Aryo menegaskan pihak transportasi hanya memprioritaskan koper bagasi dan koper kabin resmi. Jemaah diimbau mengirimkan barang tambahan melalui jasa ekspedisi atau kargo.

Jika ada koper jemaah yang tetap tidak terangkut di bagasi bus, petugas telah menyiapkan truk khusus untuk mendorong barang-barang tersebut menuju Makkah.

Pendorongan jemaah dari Sektor 1 Madinah menuju Makkah dijadwalkan akan berakhir pada 15 atau 16 Mei 2026, sesuai dengan jadwal keberangkatan yang telah ditetapkan.

Baca Juga: Prabowo Wanti-Wanti Ancaman El-Nino, Dorong Ketahanan Pangan di Kawasan ASEAN

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×