kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.670.000   31.000   1,17%
  • USD/IDR 17.664   -12,00   -0,07%
  • IDX 6.636   -31,42   -0,47%
  • KOMPAS100 867   -5,52   -0,63%
  • LQ45 658   -5,19   -0,78%
  • ISSI 231   -0,99   -0,43%
  • IDX30 368   -3,06   -0,83%
  • IDXHIDIV20 455   -4,73   -1,03%
  • IDX80 99   -0,80   -0,81%
  • IDXV30 125   -1,37   -1,08%
  • IDXQ30 118   -1,17   -0,99%

Keberatan soal pengenaan BMAS biodiesel, Mendag akan berunding dengan EU


Rabu, 11 Desember 2019 / 20:29 WIB
ILUSTRASI. Mendag Agus Suparmanto


Reporter: | Editor: Handoyo

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Menteri Perdagangan (Mendag) Agus Suparmanto akan melakukan perundingan dengan Uni Eropa (EU). Hal itu terkait dengan pengenaan Bea Masuk Anti Subsidi (BMAS) untuk produk biodiesel oleh Indonesia oleh EU.

EU menuduh produk tersebut mendapat subsidi oleh pemerintah. "Ini kan baru ada aturan kita adakan pembicaraan lah dengan mereka untuk negosiasi," ujar Agus usai rapat terbatas di Istana Presiden, Rabu (11/12).

Baca Juga: Konsistensi penerapan program B30 jadi kunci jaga harga CPO tetap naik

Agus juga bilang belum ada rencana melakukan gugatan ke organisasi perdagangan dunia (WTO). Jalur negosiasi masih menjadi prioritas.

Saat ini Indonesia juga tengah dalam perundingan Perjanjian Kerja Sama Ekonomi Komperhensif Indonesia EU (IEU CEPA). Nantinya seluruh masalah sawit akan juga dibahas dalam perundingan tersebut. "Ini kita lagi bicara soal EU CEPA, mungkin dalam itu akan dibahas item tadi," terang Agus.

Baca Juga: Revisi perpres BPDP, pemerintah targetkan replanting 500.000 hektare

Meski begitu Agus memastikan Indonesia keberatan dengan pengenaan bea masuk tersebut. Ia bilang peningkatan kerja sama dengan negara mitra bertujuan untuk menurunkan pengenaan tarif tersebut.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×