kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.920.000   30.000   1,04%
  • USD/IDR 16.900   45,00   0,27%
  • IDX 7.935   -168,62   -2,08%
  • KOMPAS100 1.117   -23,38   -2,05%
  • LQ45 816   -13,78   -1,66%
  • ISSI 278   -6,99   -2,45%
  • IDX30 426   -6,36   -1,47%
  • IDXHIDIV20 515   -6,10   -1,17%
  • IDX80 125   -2,26   -1,78%
  • IDXV30 139   -2,98   -2,10%
  • IDXQ30 139   -1,10   -0,79%

Kata S&P perihal kebijakan anggaran subsidi pemerintah


Selasa, 13 Maret 2018 / 21:38 WIB
Kata S&P perihal kebijakan anggaran subsidi pemerintah
ILUSTRASI. Standard & Poors


Reporter: Arsy Ani Sucianingsih | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Salah satu lembaga rating internasional Standar & Poor's (S&P) menilai rencana pemerintah untuk membagi beban subsidi tidak akan memberikan dampak buruk pada rating Indonesia.

Direktur Senior Sovereign Ratings S&P Kim Eng Tan mengatakan, hal tersebut dapat mempengaruhi secara jangka pendek saja. Tetapi dalam jangka panjang akan berdampak pada defisit yang semakin melebar, sehingga akan memberikan dampak pada hasil pemeringkatan Indonesia.

“Perlu struktur fiskal yang baik agar tidak menyebabkan berpengaruh pada peringkat utang,” jelasnya saat ditemui di Jakarta, Selasa (13/3).

Dalam menangani pelebaran defisit, lanjutnya, pemerintah perlu melakukan relokasi anggaran guna menyeimbangkan Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN). Salah satu relokasinya dapat bersumber dari infrastruktur.

“Jika terjadi sesuatu, S&P akan mengubah outlook rating Indonesia. Dan S&P akan menilai peringkat utang Indonesia berdasarkan kemampuan perusahaan dalam membayar utang,” jelasnya.

Sebelumnya, pemerintah berencana menaikkan subsidi terutama untuk bahan bakar jenis solar menjadi Rp 1.000 per liter, atau naik dari yang ditentukan di APBN 2018 senilai Rp 500 per liter. Adapun total subsidi untuk solar diperkirakan mencapai Rp4,1 triliun.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×