kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.750.000   10.000   0,36%
  • USD/IDR 17.744   36,00   0,20%
  • IDX 6.502   -24,02   -0,37%
  • KOMPAS100 848   -1,25   -0,15%
  • LQ45 642   -2,64   -0,41%
  • ISSI 228   -0,01   0,00%
  • IDX30 359   -1,39   -0,39%
  • IDXHIDIV20 437   -0,21   -0,05%
  • IDX80 97   -0,26   -0,27%
  • IDXV30 121   0,35   0,29%
  • IDXQ30 114   -0,45   -0,40%

Kata S&P perihal kebijakan anggaran subsidi pemerintah


Selasa, 13 Maret 2018 / 21:38 WIB
ILUSTRASI. Standard & Poors


Reporter: Arsy Ani Sucianingsih | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Salah satu lembaga rating internasional Standar & Poor's (S&P) menilai rencana pemerintah untuk membagi beban subsidi tidak akan memberikan dampak buruk pada rating Indonesia.

Direktur Senior Sovereign Ratings S&P Kim Eng Tan mengatakan, hal tersebut dapat mempengaruhi secara jangka pendek saja. Tetapi dalam jangka panjang akan berdampak pada defisit yang semakin melebar, sehingga akan memberikan dampak pada hasil pemeringkatan Indonesia.

“Perlu struktur fiskal yang baik agar tidak menyebabkan berpengaruh pada peringkat utang,” jelasnya saat ditemui di Jakarta, Selasa (13/3).

Dalam menangani pelebaran defisit, lanjutnya, pemerintah perlu melakukan relokasi anggaran guna menyeimbangkan Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN). Salah satu relokasinya dapat bersumber dari infrastruktur.

“Jika terjadi sesuatu, S&P akan mengubah outlook rating Indonesia. Dan S&P akan menilai peringkat utang Indonesia berdasarkan kemampuan perusahaan dalam membayar utang,” jelasnya.

Sebelumnya, pemerintah berencana menaikkan subsidi terutama untuk bahan bakar jenis solar menjadi Rp 1.000 per liter, atau naik dari yang ditentukan di APBN 2018 senilai Rp 500 per liter. Adapun total subsidi untuk solar diperkirakan mencapai Rp4,1 triliun.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×