kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45845,71   -11,32   -1.32%
  • EMAS943.000 -0,32%
  • RD.SAHAM -0.29%
  • RD.CAMPURAN -0.05%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.07%

Kapolri minta antisipasi mobilitas masyarakat saat arus balik Lebaran


Rabu, 12 Mei 2021 / 15:32 WIB
Kapolri minta antisipasi mobilitas masyarakat saat arus balik Lebaran
ILUSTRASI. Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo memberikan sambutan pada peluncuran aplikasi Propam Presisi di Mabes Polri, Jakarta, Selasa (13/4/2021). KONTAN/Fransiskus Simbolon

Sumber: Kompas.com | Editor: Tendi Mahadi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menyebut jumlah masyarakat pada arus mudik Lebaran 2021 menurun di tengah kebijakan pelarangan mudik. Namun Listyo menekankan, pihaknya akan tetap mengantisipasi mobilitas masyarakat saat arus balik Lebaran. 

"Arus mudik saya kira kita sudah lihat angkanya menurun. Namun yang harus diantisipasi nanti arus baliknya," kata Listyo, saat meninjau Bandara Internasional Soekarno Hatta, Rabu (12/5), dikutip dari Tribunnews.com. 

Listyo juga menekankan pentingnya pengawasan terhadap protokol kesehatan bagi masyarakat pengguna transportasi udara. Menurutnya, syarat hasil tes swab antigen Covid-19 harus dimiliki setiap penumpang yang hendak menggunakan jasa transportasi udara. 

Baca Juga: Ancol tetap buka saat libur Lebaran, tapi ada aturannya

"Petugas yang nanti melayani di loket untuk syarat pada saat akan membeli tiket itu dia sudah lolos dari pemeriksaan, minimal swab antigen harus sudah dilaksanakan. Apabila perlu tanyakan yang bersangkutan sudah vaksin atau belum," kata Listyo. 

Listyo juga mengingatkan munculnya klaster pemudik yang menggunakan kendaraan pribadi dan dinyatakan positif Covid-19 setelah dites di posko penyekatan larangan mudik. Oleh karena itu, Listyo meminta pengawasan protokol kesehatan di bandara diperketat. 

"Yang melintas di bandara harus bisa kita tekan seminimal mungkin agar mereka tidak menjadi carrier. Karena dari jalur penyekatan sendiri dari beberapa penyekatan ada 4.000 lebih yang kita dapatkan positif," ungkapnya. 

Adapun, pemerintah melarang mudik Lebaran sejak Kamis (6/5/2021) hingga Senin (17/5/2021). Presiden Joko Widodo menegaskan bahwa larangan ini berlaku untuk seluruh masyarakat Indonesia. "Pada lebaran kali ini pemerintah memutuskan melarang mudik bagi ASN, TNI, Polri, pegawai BUMN, karyawan swasta, dan seluruh masyarakat," kata Jokowi melalui tayangan YouTube Sekretariat Presiden, Jumat (16/4). 

Baca Juga: Selama libur Idul Fitri 12-15 Mei, KRL Jabodetabek beroperasi pukul 04.00-20.00 WIB

Sementara, Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi memperkirakan 3,6 juta pemudik akan kembali saat arus balik H+2 Lebaran, Minggu (16/5). 

"Dari catatan kami, ada 22 persen yang akan balik pada hari Minggu H+2, itu kalau dikuantifikasi kira-kira 3,6 juta (orang). Itu jumlah yang banyak," kata Budi, dalam konferensi pers yang ditayangkan YouTube Sekretariat Presiden, Senin (10/5). (Nicholas Ryan Aditya)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Kapolri Minta Antisipasi Mobilitas Masyarakat Saat Arus Balik Lebaran"

Selanjutnya: Antisipasi arus balik mudik, polisi siapkan berbagai rekayasa

 

DONASI, Dapat Voucer Gratis!
Dukungan Anda akan menambah semangat kami untuk menyajikan artikel-artikel yang berkualitas dan bermanfaat.

Sebagai ungkapan terimakasih atas perhatian Anda, tersedia voucer gratis senilai donasi yang bisa digunakan berbelanja di KONTAN Store.



TERBARU
Kontan Academy
Excel Master Class: Data Analysis & Visualisation Supply Chain Planner Development Program

[X]
×