kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.574.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.929   16,00   0,09%
  • IDX 6.037   27,39   0,46%
  • KOMPAS100 777   3,53   0,46%
  • LQ45 595   3,08   0,52%
  • ISSI 210   1,46   0,70%
  • IDX30 331   2,54   0,77%
  • IDXHIDIV20 423   3,72   0,89%
  • IDX80 89   0,46   0,52%
  • IDXV30 115   0,93   0,82%
  • IDXQ30 108   0,61   0,57%

Kapal dari Surabaya Menuju Banjarmasin Hilang Kontak di Laut Jawa, Bawa 243 Orang


Minggu, 13 September 2026 / 11:12 WIB
Kapal dari Surabaya Menuju Banjarmasin Hilang Kontak di Laut Jawa, Bawa 243 Orang
ILUSTRASI. Suasana Kantor Basarnas saat Penggeledahan (WARTA KOTA/YULIANTO)


Sumber: Reuters | Editor: Yudho Winarto

​KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kapal penumpang Indonesia yang membawa 243 orang dilaporkan hilang kontak di Laut Jawa pada Minggu (13/9/2026). Kapal tersebut diketahui berlayar dalam kondisi cuaca buruk.

Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) mengatakan, kapal Virgo Transport 8 berangkat dari Surabaya, Jawa Timur, menuju Banjarmasin, Kalimantan Selatan, pada Sabtu (12/9).

Baca Juga: Proyek Tembus 1.161 KM, 982 KM Jalan Tol Trans Sumatera Sudah Beroperasi

Kapal tersebut kemudian dilaporkan kehilangan kontak pada Minggu pagi saat melintasi Laut Jawa.

"Dalam pernyataan ini, kapal tidak dapat dihubungi dan keberadaannya belum diketahui," kata Basarnas dalam keterangannya dilansir dari Reuters.

Tim penyelamat telah dikerahkan untuk melakukan pencarian. Petugas juga menuju lokasi terakhir kapal tersebut diketahui berada untuk memulai operasi pencarian dan pertolongan.

Indonesia merupakan negara kepulauan dengan sekitar 17.000 pulau dan sangat bergantung pada transportasi laut, termasuk kapal feri, sebagai salah satu moda transportasi utama antardaerah.

Jalur laut relatif lebih terjangkau dan mudah diakses dibandingkan transportasi udara, terutama untuk menghubungkan wilayah-wilayah kepulauan.

Baca Juga: Prabowo di KTT BRICS: Indonesia Tak Suka Didikte Kekuatan Tertentu

Namun, standar keselamatan transportasi laut di Indonesia masih menghadapi tantangan. Penegakan standar keselamatan yang belum selalu optimal turut berkontribusi terhadap tingginya risiko kecelakaan kapal.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Analisis Untukmu

Berita ini artinya apa buat kamu?



TERBARU

[X]
×