CLOSE [X]
kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.604.000   4.000   0,15%
  • USD/IDR 17.627   61,00   0,35%
  • IDX 6.541   -47,96   -0,73%
  • KOMPAS100 858   -8,05   -0,93%
  • LQ45 650   -6,26   -0,95%
  • ISSI 227   -3,10   -1,35%
  • IDX30 361   -3,60   -0,99%
  • IDXHIDIV20 450   -2,93   -0,65%
  • IDX80 98   -0,98   -0,99%
  • IDXV30 125   -0,95   -0,75%
  • IDXQ30 116   -1,19   -1,02%

Prabowo di KTT BRICS: Indonesia Tak Suka Didikte Kekuatan Tertentu


Minggu, 13 September 2026 / 06:10 WIB
Prabowo di KTT BRICS: Indonesia Tak Suka Didikte Kekuatan Tertentu
ILUSTRASI. Prabowo BRICS (dok/Ist)


Reporter: Hervin Jumar | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Presiden Prabowo Subianto menegaskan, pentingnya memperkuat ketahanan dan kemandirian nasional di tengah dinamika global yang semakin kompleks.

Hal tersebut disampaikan Prabowo dalam sesi terbatas bertema Inclusive Global Governance and Strengthening Multilateralism dalam rangkaian Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) BRICS 2026 di Bharat Mandapam, New Delhi, India, Sabtu (12/9/2026).

Baca Juga: WHO: Rokok Bisa Ganggu Kesuburan, Risiko Infertilitas Naik 40%, Ini Respon Kemenkes

Dalam kesempatan tersebut, Prabowo mengapresiasi Perdana Menteri India Narendra Modi selaku tuan rumah sekaligus Ketua BRICS 2026 atas penyelenggaraan dan kepemimpinannya dalam forum tersebut.

“Izinkan saya terlebih dahulu menyampaikan terima kasih kepada tuan rumah dan Ketua BRICS tahun ini atas sambutan hangat serta keramahan luar biasa yang diberikan kepada delegasi kami. Saya juga ingin memberikan apresiasi atas kepemimpinan hebat yang ditunjukkan oleh Perdana Menteri Shri Narendra Modi dalam memimpin BRICS,” ujar Prabowo seperti dikutip dari keterangan resmi BPMI Sekretariat Presiden, Sabtu (12/9/2026).

Prabowo juga menyebut keikutsertaan Indonesia sebagai anggota baru BRICS merupakan sebuah kehormatan.

Ia menyampaikan apresiasi kepada negara-negara pendiri BRICS yang telah menerima Indonesia sebagai anggota.

Baca Juga: Prabowo di KTT BRICS 2026, Dorong Kekuatan Kolektif Perkuat Tata Kelola Global

“Merupakan suatu kehormatan besar bagi kami untuk hadir di sini dan bergabung dengan Anda semua dalam KTT ini. Kami adalah anggota baru BRICS, dan kami ingin menyampaikan terima kasih kepada seluruh pendiri BRICS yang telah menerima kami dengan sangat cepat sebagai anggota organisasi baru yang hebat ini, yang mewakili separuh dari populasi manusia,” kata Prabowo.

Menurut Prabowo, kekuatan negara tidak hanya ditentukan oleh posisi di tingkat global, tetapi juga oleh kemampuan membangun ketahanan dari dalam negeri.

Hal itu mencakup kemampuan memenuhi kebutuhan dasar masyarakat, mulai dari pangan dan energi hingga pendidikan serta peningkatan kesejahteraan.

“Dengan bersatu, kita juga menjadi lebih kuat. Kekuatan selalu bermula dari dalam negeri bersama rakyat kita—lewat kemampuan kita untuk memenuhi kebutuhan pangan mereka, menjamin pasokan energi yang mereka perlukan, mendidik anak-anak kita, serta memberikan mereka kesempatan untuk hidup sejahtera. Begitulah cara kita membangun bangsa yang tangguh dan benar-benar mandiri,” tegasnya.

Prabowo menilai ketahanan nasional menjadi fondasi penting agar setiap negara memiliki ruang untuk menentukan arah kebijakannya sendiri.

Baca Juga: KTT BRICS 2026, Prabowo Bawa Spirit Bandung dan Serukan Persatuan

Karena itu, Indonesia tidak ingin berada dalam posisi bergantung atau mendapat tekanan dari kekuatan tertentu.

“Kami tidak suka didikte oleh satu atau dua kekuatan tertentu. Kita harus tangguh dan kemudian kita akan benar-benar mandiri. Kami telah memperkuat fondasi kami untuk menjaga perdamaian dan membangun kepercayaan,” lanjut Prabowo.

Dalam konteks BRICS, Prabowo mendorong agar kekuatan kolektif negara-negara anggota diterjemahkan ke dalam kerja sama yang konkret, khususnya pada sektor-sektor strategis yang berkaitan langsung dengan ketahanan ekonomi.

Salah satu sektor yang menjadi perhatian adalah energi. Prabowo mendorong penguatan konektivitas sistem energi antarnegara serta keamanan energi di kawasan.

“Energi adalah salah satu contoh yang jelas. Kita menghubungkan sistem energi kita dan memperkuat keamanan energi di seluruh wilayah kita untuk mendorong perekonomian kita, dan membangun ketahanan yang berkelanjutan,” ujarnya.

Baca Juga: Harga Minyak Melambung di Atas US$ 100 Per Barel, APBN Kita Aman?

Prabowo menegaskan, Indonesia mendorong BRICS untuk memperluas kerja sama konkret di bidang pangan, energi, pendidikan dan ekonomi.

Menurutnya, kolaborasi tersebut penting tidak hanya untuk memperkuat ketahanan negara-negara anggota, tetapi juga menciptakan kemandirian dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Analisis Untukmu

Berita ini artinya apa buat kamu?



TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×