kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.774.000   0   0,00%
  • USD/IDR 18.000   153,00   0,86%
  • IDX 5.941   -254,36   -4,11%
  • KOMPAS100 785   -38,94   -4,72%
  • LQ45 589   -30,28   -4,89%
  • ISSI 206   -8,52   -3,97%
  • IDX30 334   -15,73   -4,50%
  • IDXHIDIV20 412   -15,89   -3,71%
  • IDX80 89   -4,83   -5,16%
  • IDXV30 113   -4,09   -3,48%
  • IDXQ30 108   -4,46   -3,97%

Kalah saing, aturan insentif pajak dievaluasi


Jumat, 07 Oktober 2016 / 20:07 WIB


Reporter: Asep Munazat Zatnika | Editor: Dupla Kartini

JAKARTA. Pemerintah saat ini tengah mengevaluasi pemberian insentif pajak berupa tax holiday dan tax allowance. Pasalnya, hingga saat ini jumlah investor yang tertarik dengan dua fasilitas insentif itu masih rendah, terutama tax holiday.

Menurut Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Thomas Lembong, salah satu tantangannya karena insentif yang diberikan masih kalah kompetitif dari negara tetangga. "Negara-negara tetangga semuanya menawarkan tax holiday dan tax allowance yang sangat menggiurkan," ujarnya di Jakarta, Jumat (10/7).

Thomas enggan menjelaskan seberapa besar perbedaan tawaran yang diberikan pemerintah Indonesia dengan negara-negara lain. Ia beralasan, evaluasi masih belum selesai. Yang jelas, dalam evaluasi itu pihaknya akan menjadikan tawaran insentif di negara-negara lain sebagai patokan.

Dari kedua fasilitas yang ditawarkan itu, tax holiday atau fasilitas pembebasan pajak dalam waktu tertentu, memang yang paling sedikit peminatnya. Menurut catatan Kementerian Keuangan (Kemenkeu), sejak pertengahan tahun lalu hingga tahun ini, pemerintah baru memberikan fasilitas tersebut kepada enam perusahaan.

Saat ini, memang ada dua perusahaan lagi yang tengah diproses dan masih menunggu fasilitas tersebut. Namun, Thomas mengaku pihaknya masih melakukan evaluasi terlebih dahulu.

Menteri Perindustrian Airlangga Hartanto menambahkan, pihaknya akan mempertajam syarat bagi perusahaan yang berharap mendapatkan tax allowance. Ia berharap semakin banyak perusahaan yang mengajukannya, karena yang mengajukan dipastikan investor baru.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Berita Terkait



TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Supply Chain End-to-End: From Forecast to Customer Value

[X]
×