kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45919,51   10,20   1.12%
  • EMAS1.350.000 0,52%
  • RD.SAHAM 0.05%
  • RD.CAMPURAN 0.03%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.00%

Kadin: Single data pangan mutlak dibutuhkan


Senin, 24 September 2018 / 21:24 WIB
Kadin: Single data pangan mutlak dibutuhkan
ILUSTRASI. Rosan Roeslani, Ketua Kadin


Reporter: Lidya Yuniartha | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia mengatakan data tunggal terkait pangan sangat dibutuhkan dalam masalah ketahanan pangan di Indonesia, mengingat masing-masing kementerian dan lembaga terkait di Indonesia memiliki data yang berbeda-beda.

“Masalah utamanya adalah data yang berbeda-beda. Ada empat instansi, dan empat instansi tersebut memiliki data berbeda, dan mereka percaya atas data itu. Karena itu harus ada data tunggal, di mana satu yang mengeluarkan semuanya mengikuti,” tutur Ketua Kadin Rosan Roeslani, Senin (24/9).

Menurut Rosan, bila masing-masing kementerian atau lembaga berjalan sendiri-sendiri, maka ini akan menimbulkan masalah ke depannya.

Karena itu, Kadin pun mencoba menyatukan berbagai kementerian dan lembaga tersebut dalam Roundtable Kadin Ketahanan Pangan Nasional Ketahanan Politik 2019.

Rosan mengatakan, diskusi ini mencoba untuk menyatukan persepsi setiap kementerian atau lembaga yang berkaitan dengan pangan.

Mulai dari Kementerian Pertanian, Kementerian Perdagangan, Perum Bulog, Kementerian Kelautan dan Perikanan, hingga pengamat, akademisi dan pelaku usaha.

Dengan adanya diskusi ini, diharapkan muncul grand design ketahanan pangan. Tak hanya ketahanan pangan, diskusi ini pun diharapkan dapat memunculkan solusi untuk meningkatkan kesejahteraan petani.

Nantinya, hasil diskusi ini akan dirangkum dan dijadikan rekomendasi komprehensif yang kemudian diserahkan kepada presiden untuk mengatasi isu ketahanan pangan di tahun politik.

“Dalam sebulan ini kami akan memberikan rekomendasi kepada bapak presiden,” tandas Rosan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×