kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.655.000   -18.000   -0,67%
  • USD/IDR 17.973   81,00   0,45%
  • IDX 5.884   -217,45   -3,56%
  • KOMPAS100 764   -32,00   -4,02%
  • LQ45 578   -20,26   -3,39%
  • ISSI 203   -8,31   -3,92%
  • IDX30 327   -10,75   -3,18%
  • IDXHIDIV20 402   -10,48   -2,54%
  • IDX80 87   -3,59   -3,99%
  • IDXV30 109   -2,27   -2,04%
  • IDXQ30 105   -2,81   -2,60%

Jelang tahun politik, pemerintah harus perkuat stok cadangan beras


Senin, 24 September 2018 / 20:30 WIB
ILUSTRASI. Petani panen padi


Reporter: Annisa Maulida | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Krisis beras bisa muncul bila produksi padi terganggu karena kemarau panjang yang membuat panen terundur dan terlalu percaya pada peningkatan produksi. Di samping itu respon pemerintah juga terlambat.

Memasuki tahun politik 2019, pemerintah harus bisa mengupayakan ketahanan pangan agar tetap terjaga dengan baik. Pemerintah harus memperkuat stok cadangan beras dan penyerapan pengadaan beras.

"Jika cadangan rendah dan penyerapan pengadaan dalam negeri juga rendah, solusinya dengan impor," kata pakar beras Husein Sawit, Senin (24/9).

Husein melanjutkan, prediksinya pemerintah tetap menerapkan instrumen Harga Eceran Tertinggi (HET) untuk mencapai tujuan, yaitu kebijakan beras, menangani inflasi, memperbesar cadangan pemerintah, dan memperpendek jalur pemasaran.

"Pemerintah tidak menaikkan Harga Pembelian Pemerintah (HPP) karena akan diikuti kenaikan harga beras yang akan menyebabkan inflasi harga pangan tinggi. Pemerintah juga diperkirakan akan tetap menargetkan pendanaan dalam negeri, dan impor beras sangat dibatasi, karena adanya hambatan politik," lanjut Husein.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Langganan Business Insight promo optimal
Kontan Academy
Inventory Management: From Chaos to Control Sales Coaching: Lead Better, Sell More!

[X]
×