kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.940.000   20.000   0,68%
  • USD/IDR 16.808   -72,00   -0,43%
  • IDX 8.032   96,61   1,22%
  • KOMPAS100 1.132   15,02   1,34%
  • LQ45 821   5,36   0,66%
  • ISSI 284   5,77   2,08%
  • IDX30 427   0,41   0,10%
  • IDXHIDIV20 513   -1,95   -0,38%
  • IDX80 127   1,53   1,22%
  • IDXV30 139   0,46   0,33%
  • IDXQ30 139   -0,29   -0,21%

Kadin: Perbaikan ekonomi didorong faktor eksternal


Rabu, 26 Februari 2014 / 22:36 WIB
Kadin: Perbaikan ekonomi didorong faktor eksternal
ILUSTRASI. Hari Kesehatan Mental Sedunia, ini 5 tips untuk meningkatkan kesehatan mental anak.


Sumber: Kompas.com | Editor: Dikky Setiawan

JAKARTA. Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Suryo Bambang Sulisto memandang, situasi ekonomi Indonesia cukup baik. Namun, ia menilai, masih banyak tantangan dan hambatan yang menghantui perekonomian Indonesia.

"Kita cukup optimis perkembangan ekonomi menunjukkan gejala yang menggembirakan. Rupiah menguat, surplus neraca perdagangan, defisit transaksi berjalan terkendali, cadangan devisa pun naik. Sulit mengatakan perbaikan tersebut tren sampai akhir 2014. Perbaikan lebih didorong dari sisi eksternal," kata Suryo di Jakarta, Rabu (26/2/2014).

Suryo mengatakan, perbaikan dari sisi internal belum banyak terlihat perubahan struktural. Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) akan segera dihadapi, namun masih banyak hal yang menjadi tantangan dan hambatan bagi perekonomian Indonesia, khususnya bagi dunia usaha.

"Menghadapi MEA bagaimana dengan bunga yang masih tinggi? Tantangan lain dengan adanya bencana alam banyak infrastruktur yang rusak. Selain itu ada kenaikan biaya listrik dan upah minimum berdampak pada biaya produksi dunia usaha. Bagaimana dengan lapangan kerja yang harus diciptakan? Banyak pencari kerja yang harus disediakan pekerjaan," ujar Suryo.

Di tahun 2014 ini Suryo mengaku dunia usaha tidak berharap banyak kebijakan yang diterbitkan. Hal yang terpenting adalah bagaimana investasi tetap masuk ke Indonesia tanpa ada gangguan.

"Kita ingin kondisi berusaha yang ramah. Suku bunga kalau bisa lebih rendah. Masalah infrastruktur banyak yang diperlukan tapi kita sadari pendanaan infratsruktur terbatas. Itu akibat subsidi BBM yang sangat besar. Perlu keberanian pemerintah untuk merealokasi subsidi," jelas dia. (Sakina Rakhma Diah Setiawan)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×