kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.940.000   20.000   0,68%
  • USD/IDR 16.808   -72,00   -0,43%
  • IDX 8.032   96,61   1,22%
  • KOMPAS100 1.132   15,02   1,34%
  • LQ45 821   5,36   0,66%
  • ISSI 284   5,77   2,08%
  • IDX30 427   0,41   0,10%
  • IDXHIDIV20 513   -1,95   -0,38%
  • IDX80 127   1,53   1,22%
  • IDXV30 139   0,46   0,33%
  • IDXQ30 139   -0,29   -0,21%

Kadin dan pemerintah akan kawal pasar sawit di Uni Eropa


Rabu, 31 Juli 2019 / 12:28 WIB
Kadin dan pemerintah akan kawal pasar sawit di Uni Eropa


Reporter: Bidara Pink | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) akan mengawal pasar sawit di Uni Eropa (UE), di tengah tekanan Uni Eropa (UE).

"Hal ini dirasa perlu karena Indonesia merupakan penghasil CPO terbesar, yaitu 40% dari hasil dunia. Tentu saja ini memegang peran besar bagi Indonesia," ujar Ketua Umum Kadin Indonesia Rosan P. Roeslani, Rabu (31/7) di Jakarta.

Sawit merupakan salah satu komoditas unggulan Indonesia yang dapat menjadi penyumbang devisa terbesar. Bila industri sawit sulit memasarkan produknya, Rosan menilai efek yang dirasakan akan besar.

Sebab, selain menghasilkan devisa, sawit juga menyediakan lapangan kerja bagi masyarakat. Setidaknya, ada sebanyak 12 juta orang terlibat dalam produksi sawit baik langsung maupun tidak langsung.

Oleh karena itu, langkah yang dilakukan Kadin adalah bersama dengan pemerintah terus menggencarkan pembangunan berkelanjutan. Indonesia telah menerapkan tata kelola sawit berdasarkan Indonesia Sustainable Palm Oil (ISPO) yang bahkan melebihi standard lembaga sertifikasi internasional.

Hanya saja, ISPO masih memiliki kendala, yaitu masalah pendanaan dan masalah akses yang kadang penuh tantangan karena 57% smallholders berada di hutan, sehingga transportasi susah.

"Walau begitu, kami akan mengusahakan bagaimana caranya tantangan untuk kelapa sawit bisa diselesaikan. Apalagi kelapa sawit memiliki dampak yang signifikan terhadap perusahaan-perusahaan besar, smallholders, juga BUMN," tambah Rosan.

Dirinya juga meminta untuk pemerintah dan instansi terkait terus memberikan terobosan dan dukungan agar industri kelapa sawit tetap tumbuh.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×