kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45847,01   -7,82   -0.91%
  • EMAS922.000 0,55%
  • RD.SAHAM -0.15%
  • RD.CAMPURAN 0.00%
  • RD.PENDAPATAN TETAP -0.01%

Kabar duka: Adiguna Sutowo meninggal dunia, ini profil & gurita bisnisnya


Minggu, 18 April 2021 / 10:58 WIB
Kabar duka: Adiguna Sutowo meninggal dunia, ini profil & gurita bisnisnya
ILUSTRASI. Adiguna Sutowo.

Reporter: Titis Nurdiana | Editor: Titis Nurdiana

KONTAN.CO.ID -JAKARTA. Pengusaha Adiguna Sutowo meninggal dunia. Putra bungsu Ibnu Sutowo, mantan Dirut Pertamina periode 1957-1968 ini menghembuskan nafas terakhir di Rumahsakit Pertamina, Minggu (18/4) sekitar pukul 04.00 WIB karena sakit. 

Inna Lillahi Wa Inna Illaihi Rojiun. Telah meninggal dunia Bapak Adiguna Sutowo, Founder MRA Group, Ayahanda dari Bapak Maulana Indraguna Sutowo, Direktur Utama MRA Group," tutur Iwet Ramadhan, Head of Business Growth MRA Media, dikutip dari Instagram Storiesnya.

Jenazah  kini disemayamkan di rumah duka di Jalan Kamboja Nomor 1 Menteng, Jakarta Pusat.

"Rencana pemakaman hari ini Minggu 18 April 2021 bada Zuhur di TPU Tanah Kusir. Semoga Almarhum Husnul Khotimah, mohon dibukakan pintu maaf atas segala kesalahan & khilaf Alm. diampuni segala dosanya dan mendapat tempat yang mulia disisi Allah SWT," tulis pesan WhatsApp yang beredar, Jakarta.Minggu (18/4). 

Lahir pada 31 Mei 1958, Adiguna meninggal di usia 63 tahun. Adiguna adalah ayah dari Maulana Indraguna Sutowo, Direktur Utama Mugi Rekso Abadi yang juga suami aktris Dian Sastrowardoyo.

Gurita bisnis keluarga Sutowo terbilang panjang. Lewat Nugra Santana Group, kelompok bisnis (konglomerasi) yang didirikan oleh mantan Direktur Utama Pertamina, Ibnu Sutowo pada 19 Mei 1973, Adiguna menjadi nakhoda di perusahaan tersebut. 

Tercatat Adiguna juga memiliki perusahaan obat dengan bendera PT Suntri Sepuri. Perusahaan ini memproduksi tablet, kapsul, sirop dan suspensi, sirop kering/serbuk injeksi beta laktam.

Keluarga Adiguna Sutowo juga memiliki bisnis properti melalui PT Indobuild Co. Ini adalah perusahaan yang mengelola lahan di seputar Senayan, yang mencakup hotel, apartemen, dan convention center, termasuk diantaranya adalah Hotel Sultan yang dulu bernama Hotel Hilton.

Adiguna memulai bisnisnya dengan mendirikan Adiguna Mesin Tani. Lalu, dia mendirikan PT Santana Petroleum Equipment dan PT Pelayaran Umum Indonesia .

Di luar bisnis keluarga, Adiguna juga masuk bisnis hiburan dengan bendera Mugi Rekso Abadi bersama Hutomo Mandala Putra, Soetikno Soedarjo dan Ongky Soemarno. 

Mugi Rekso memiliki sejumlah radio seperti  I-Radio, Cosmopolitan FM, serta sejumlah perusahaan media massa serta pemegang lisensi Hard Rock Cafe, BC Bar, Zoom Bar dan banyak lagi.

Selamat jalan Pak!

 

DONASI, Dapat Voucer Gratis!
Dukungan Anda akan menambah semangat kami untuk menyajikan artikel-artikel yang berkualitas dan bermanfaat.

Sebagai ungkapan terimakasih atas perhatian Anda, tersedia voucer gratis senilai donasi yang bisa digunakan berbelanja di KONTAN Store.



TERBARU
Kontan Academy
Rahasia Banjir Order dari Digital Marketing Sukses Berkomunikasi: Mempengaruhi Orang Lain Batch 3

[X]
×