kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.884.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.206   48,00   0,28%
  • IDX 7.634   12,62   0,17%
  • KOMPAS100 1.054   2,19   0,21%
  • LQ45 759   1,54   0,20%
  • ISSI 277   0,40   0,14%
  • IDX30 403   0,28   0,07%
  • IDXHIDIV20 490   1,86   0,38%
  • IDX80 118   0,34   0,29%
  • IDXV30 139   0,96   0,70%
  • IDXQ30 129   0,30   0,23%

Jusuf Kalla sarankan agar Ahok tidak masuk tim pemenangan Jokowi-Ma'ruf


Selasa, 12 Februari 2019 / 21:16 WIB


Reporter: Abdul Basith | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Ketua Dewan Pengarah Tim Kampanye Nasional (TKN) Jusuf Kalla (JK) menyarankan Basuki Tjahaja Purnama (BTP) alias Ahok tidak masuk dalam TKN.

"Sebagai dewan pengarah, (BTP) jangan masuk TKN," ujar JK usai rapat di Kantor Wakil Presiden, Selasa (12/2).

Kehadiran BTP dalam TKN akan memberikan efek positif dan negatif dalam elektabilitas pasangan calon presiden dan wakil presiden nomor urut 01, Joko Widodo dan Ma'ruf Amin.

Dampak positif akan datang dari pendukung BTP atau yang disebut "Ahokers". JK bilang Ahokers akan menambah elektabilitas Jokowi dan Ma'ruf Amin.

Namun, dampak negatif juga akan menghantui elektabilitas pasangan 01. Hal tersebut lebih menjadi kekhawatiran dari JK. "Alasannya bisa membuat orang mengingat pak Jokowi didukung penista agama," terang JK.

Sebelumnya BTP yang baru menyelesaikan masa tahanannya akhir Januari lalu. BTP pun resmi telah menjadi anggota PDI Perjuangan.

Sebelumnya BTP merupakan pasangan Jokowi saat mencalonkan diri memimpin Provinsi DKI Jakarta. Saat itu BTP merupakan kader dari Partai Gerindra.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×